oleh

Vladimir Putin: Pasukan Rusia Hancurkan Senjata Ukraina Seperti Kacang

MEDIARESMI.COM | Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan pasukan anti-pesawat milik negaranya telah menembak jatuh puluhan senjata Ukraina layaknya memecahkan kacang.

“Sistem anti-pesawat kami menghancurkannya (senjata Ukraina) seperti kacang. Puluhan telah dihancurkan,” kata Putin dalam kutipan singkat dari wawancara yang disiarkan Sabtu 4 Juni 2022, yang dikutip Reuters.

Kantor berita RIA, yang pertama kali mengutip komentar tersebut, mengutip Putin yang menanggapi pertanyaan tentang Amerika Serikat (AS) yang memasok senjata ke Ukraina.

Saat itu ia mengatakan Rusia telah mengatasinya dengan mudah dan bahkan mengatakan telah menghancurkan selusin senjata.

Tetapi klip wawancara yang akan ditayangkan pada Minggu memperjelas bahwa Putin sebenarnya telah menanggapi pertanyaan yang berbeda, yang sayangnya tidak ditampilkan.

Meskipun jenis senjata yang tepat tidak jelas, Rusia mengatakan telah menghancurkan pesawat dan rudal yang diterjunkan oleh Ukraina.

Sebelumnya Presiden AS, Joe Biden telah setuju untuk memberi Ukraina sistem roket canggih yang dapat menyerang dengan presisi sasaran jarak jauh.

Ia ingin membantu Ukraina mempertahankan diri, tetapi menentang penyediaan senjata yang dapat digunakan Ukraina untuk menyerang Rusia.

Senjata yang sudah lama diminta oleh Ukraina, adalah untuk membantunya menyerang pasukan musuh dengan lebih tepat dari jarak yang lebih jauh.

Hingga saat ini, AS menolak permintaan tersebut karena khawatir senjata tersebut dapat digunakan untuk menyerang sasaran di Rusia.

Namun pada hari Rabu 1 Juni, Biden mengatakan bantuan mematikan itu akan memperkuat posisi negosiasi Kyiv melawan Rusia dan membuat solusi diplomatik yang lebih mungkin.

Persenjataan baru akan mencakup Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi M142 (HIMARS), kata seorang pejabat senior Gedung Putih – meskipun dia tidak merinci berapa banyak dari mereka yang akan dipasok.

Sistem dapat meluncurkan beberapa rudal presisi dipandu pada target sejauh 70km (45 mil) jauhnya. Ini lebih jauh dari artileri yang dimiliki Ukraina saat ini.

Sumber: CNBCIndonesia

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed