Home > Peristiwa > Tak Mampu Berantas Kemiskinan, Gubernur Aceh Pergi Keluar Negeri

Tak Mampu Berantas Kemiskinan, Gubernur Aceh Pergi Keluar Negeri

Sebarkan Berita Ini

MEDIARESMI.COM | Gubernur Aceh, Ir. H. Nova Iriansyah, MT belum mampu memanfaatkan belasan triliunan rupiah uang yang dikucurkan Pemerintah Pusat ke Aceh untuk memberantas kemiskinan di Tanah Rencong.

Meskipun punya program Aceh Hebat yang dicetus Gubernur Irwandi Yusuf pada Pilkada 2017 lalu, yang sebelumnya diperkirakan mampu membuat rakyat Aceh keluar dari jurang kemiskinan, nyatanya rakyat Aceh juga masih miskin.

Status Aceh sebagai daerah termiskin di Sumatera berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) merupakan bukti nyata bahwa rakyat Aceh masih “menderita” secara ekonomi, walaupun di sisi lain Pemerintah Aceh disebut mampu meningkatkan indeks pembangunan manusia.

Karena belum mampu mengeluarkan rakyat Aceh dari kemiskinan dengan anggaran yang sangat fantastis tersebut, Gubernur Aceh Nova Iriansyah pun memutuskan mulai ke luar negeri dengan untuk mencari investor.

Nova bersama rombongan pejabat lainnya dari Aceh telah mencari investor ke sejumlah negara, termasuk ke Uni Emirat Arab (UEA) yang menyatakan minatnya menanam investasi di Aceh, sebagaimana ramai diberitakan media lokal hingga nasional.

Berdasarkan informasi yang dirilis Humas Pemerintah Aceh, Gubernur Nova Iriansyah kembali ke luar negeri untuk menemui pihak Murba Enegry sebagai upaya tindak lanjut investasi di Pulau banyak, Aceh Singkil.

“Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, bertemu secara khusus dengan Ketua Kadis UEA sekaligus sebagai Managing Director of Murban Energy, H.E Mohammed Thani Murshed Ghanem Al Rumaithi,” tulis keterangan Humas Pemerintah Aceh, Selasa 6 April 2021.

Menurut keterangan dari Humas Pemerintah, Perusahaan Murban Energy merencanakan untuk menanam modal pada pengembangan kawasan wisata di Pulau Banyak, Aceh Singkil dengan nilai investasi mencapai 300 hingga 500 juta USD.

Jika rencana ini terealisasi, tentu bakal mampu memajukan wisata Aceh Singkil dengan anggaran yang besar tersebut. Namun, Pemerintah Aceh harus memastikan jangan sampai rencana investasi tersebut kembali gagal seperti di Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong.

Penulis: Hidayat Pulo

You may also like
Banyak Jasa Untuk Negara, Teuku Abdul Hamid Azwar Diusulkan Sebagai Pahlawan Nasional
Iskandar Usman Al-Farlaky: 163 Guru Pendidikan Agama Islam di Aceh Butuh Perhatian Pemerintah
Gubernur Aceh Sampaikan LKPJ Tahun Anggaran 2020
Prof Syamsul Rijal: Bank Aceh Syariah Harus Hadir Mengayomi untuk Bangkitkan Ekonomi

Leave a Reply