Tak Ada Ampun, Polres Aceh Utara Buru Agen Judi Online

MEDIARESMI.COM | Polres Aceh Utara terus memburu para pelaku judi termasuk para agen judi online. Terbaru, Anggota Satreskrim Polres Aceh Utara berhasil menangkap tiga tersangka kasus judi online.

Hal itu disampaikan Kapolres Aceh Utara AKBP Riza Faisal, SIK., MM., melalui Kasat Reskrim Iptu Noca Tryananto, S.Tr.K., dalam acara konferensi pers di Polres setempat, Selasa 30 Agustus 2022.

Kasat Reskrim Iptu Noca Tryananto, mengatakan bahwa penangkapan ketiga tersangka tersebut dilakukan dalam waktu dan lokasi yang berbeda.

“Ketiganya merupakan agen situs judi online di wilayah hukum Polres Aceh Utara. Yang berhasil kami ungkap, masing-masing berinisial HS (31 tahun) warga Gampong (Desa) Nga Matang Ubi Kecamatan Lhoksukon Kabupaten Aceh Utara,” ungkapnya.

Adapun barang bukti yang diamankan berupa sebuah HP merk OPPO F 11 warna biru, chip Higss Domino di dalam aplikasi sebanyak 27B di dalam 2 akun berbeda, dan uang tunai Rp900.000,- (sembilan ratus ribu rupiah) dari hasil penjualan chip higss domino

HS ditangkap pada 23 Agustus 2022. Sedangkan tersangka kedua yaitu MM (36 tahun) warga Gampong Singgah Mata Kecamatan Baktia Kabupaten Aceh Utara.

Polisi mengamankan sebuah HP merk Samsung A7 warna hitam kombinasi kuning, ditemukan chip Higss Domino di dalam aplikasi sebanyak 6B di dalam satu akun Higgs Domino, dan screnshoot aplikasi judi online jenis slot dengan situs jp11bola.org.

Dalam akun slot situs jp11bola.org milik MM tersebut terdapat saldo Rp389.000 (tiga ratus delapan puluh sembilan ribu rupiah). Selanjutnya ada uang tunai Rp100.000,- (seratus ribu rupiah).

Iptu Noca mengatakan, MM ditangkap pada 26 Agustus 2022. Sementara tersangka ketiga yaitu FF (25 tahun) warga Gampong Tanjong Ceungai Kecamatan Tanah Jambo Aye Kabupaten Aceh Utara, yang ditangkap pada 27 Agustus 2022.

Barang bukti yang disita polisi dari pelaku berupa sebuah HP merk Redmi 9 Pro Warna biru kombinasi merah muda, screnshoot aplikasi judi online jenis Togel dengan situs istanaimpian-2.com dengan sisa saldo Rp.2.285.770 (dua juta dua ratus delapan puluh lima ribu tujuh ratus tujuh puluh rupiah).

Petugas juga mengamankan uang tunai yang diduga hasil jual beli togel sebesar Rp488.000 (empat ratus delapan puluh delapan ribu rupiah). Ketiganya disangkakan melanggar Qanun Aceh No 6 tahun 2014 tentang hukum jinayat.

“Kami akan terus memburu pelaku judi online yang dapat merusak generasi muda, terkhusus di wilayah hukum Polres Aceh Utara,” tegas Kasat Reskrim.

Polres Aceh Utara mengaku terus bekerja maksimal untuk memberantas perjudian untuk menyelamatkan generasi muda, karena dinilai dapat membahayakan dan merusak mental maupun ekonomi.

Bahkan, ia menjelaskan bahwa kecanduan main judi dianggap juga hampir sama dengan kecanduan narkoba. “Sehingga, hal yang sangat kita takutkan berujung pada pencurian atau sejenisnya hanya untuk membeli chip tersebut,” tutup Kasat Reskrim Iptu Noca Tryananto.

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *