Home > Peristiwa > Suami Tega Pukul Istri di Bulan Suci Gara-gara Tak Dikasih Hp Main Judi

Suami Tega Pukul Istri di Bulan Suci Gara-gara Tak Dikasih Hp Main Judi

Sebarkan Berita Ini

MEDIARESMI.COM | Hancur sudah dunia persilatan jika sudah ketagihan judi chip Higgs Domino. Setidaknya, itulah salah satu fakta yang terjadi di Kabupaten Simeulue, Aceh.

Seperti dilaporkan Kepolisian setempat, seorang suami diduga tega menganiaya istrinya sendiri gara-gara tidak diberikan Hp untuk bermain chip.

Dan yang memilukan lagi, istrinya sedang mengandung dua bulan. Demikian disampaikan Kasatreskrim Polres Simeulue kepada Wartawan MEDIARESMI.COM, Jumat malam 30 April 2021.

Istri yang tidak terima dianiaya oleh sang suami, memilih lapor polisi. Akhirnya, sang suami pun ditangkap. Sementara istri langsung menjalani proses visum di rumah sakit.

Kasus dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) tersebut dilaporkan terjadi pada hari Rabu tanggal 28 April 2021 sekira pukul 16.00 WIB, di Jln Tgk Diujung Desa Lugu Kecamatan Simeulue Timur.

“Korban dan tersangka merupakan pasangan suami istri yang sah, yang istrinya itu sedang hamil 2 bulan,” ungkap Kapolres Simeulue AKBP Agung Surya Prabowo melalui Kasat Reskrim Polres Simeulue Iptu Muhammad Rizal.

“Tersangka menganiaya istrinya lantaran kesal tidak memberikan Hp untuk main chip domino,” sambungnya.

Korban melaporkan peristiwa yang dialaminya ke pihak berwenang karena mengaku mengalami memar di bagian paha dan sakit di kepala.

Berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP. B/ 15 / IV/ Res.1.24 / 2021/ Aceh/Simeulue, tanggal 28 April 2021, Unit PPA langsung membawa korban ke rumah sakit untuk dilakukan visum.

” Selanjutnya, unit PPA membawa tersangka untuk kami minta keterangan dan upaya memberikan pemahaman untuk berdamai secara kekeluargaan di desa atau mediasi,” kata Kasatreskrim.

Kasat berharap kasus dalam keluarga itu masih dapat diselesaikan di tingkat desa. Sebab, tidak semua kasus harus langsung di proses ke ranah hukum pidana.

“Menimbang, ada 18 perkara yang bisa dilakukan perdamaian musyawarah secara kekeluargaan di desa atau di gampong,” ujarnya.

Kasat Reskrim juga meminta kepada masyarakat sebelum melaporkan kasus seperti perkelahian, selisih paham argumen, penganiayaan ringan, sebaiknya diselesaikan secara kekeluargaan.

“Kami penyidik dari Sat Reskrim punya batas waktu yang harus kita penuhi dan harus terbit (SPDP). Setelah menerima laporan Polisi, penyidik dari Kepolisian akan memberikan waktu atau kesempatan untuk mediasi atau dengan istilah restoratif justice atau tindakan diluar pengadilan,” imbuhnya.

Artinya, tidak harus langsung menempuh jalur hukum, tidak harus dinaikkan ke tahapan lebih lanjut. ” Kita akan berikan waktu seminggu atau dua minggu untuk mediasi, sebelum kita kirim SPDP ke Kejaksaan,” tuturnya.

“Dan saya meminta kepada seluruh masyarakat dan juga yang melaporkan kasus ke polisi, untuk diperhatikan hal ini. Jangan karena emosi sesaat langsung melaporkan kepolisian untuk menempuh jalur hukum,” sambungnya.

Dia berharap dalam keluarga bisa saling memaafkan, apalagi di bulan suci ramadhan. “Kita semua keluarga, dan kita mempunyai keluarga, anak, istri apa salahnya kita saling memaafkan,” katanya.

Kasat Reskrim menambahkan, penerapan restoratif justice ini juga merupakan salah satu program 100 hari kerja Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Kasatreskrim pun mengimbau kepada seluruh masyarakat khususnya di Simeulue, Aceh untuk tidak melakukan aktifitas perjudian maupun judi online.

“Karena perjudian tersebut dilarang dan melanggar Qanun syariat islam yang sudah diterapkan di Aceh,” tutup Muhammad Rizal. (Hidayat Pulo)

You may also like
Surat Edaran Kadishub Aceh Picu Kemarahan Publik
Gempa Magnitudo 5,3 Guncang Banda Aceh
Peredaran Narkoba di Tanah Rencong Mengkhawatirkan
Perintah Presiden: Kepala Daerah Segera Belanjakan APBD!

Leave a Reply