Home > Peristiwa > Seorang Kakek di Aceh Tega Nodai Cucunya Berulang Kali

Seorang Kakek di Aceh Tega Nodai Cucunya Berulang Kali

Sebarkan Berita Ini

MEDIARESMI.COM | Mahkamah Syariyah Jantho hari ini menggelar sidang perdana kasus pemerkosaan (verkrachting) yang dilakukan oleh seorang kakek di Aceh Besar terhadap cucu kandungnya, Kamis 8 April 2021.

Mirisnya, cucu perempuannya itu masih berumur 9 tahun, tapi pelaku sama sekali tidak peduli dengan aksi bejatnya tersebut, bahkan tega memerkosa cucunya sendiri hingga berulang kali.

Terdakwa berisinial RS melakukan perbuatan biadab itu pada 4 Agustus 2020. Selang dua hari, kakek durjana ini kembali menyetubuhi korban. Demikian diungkap Ketua Mahkamah Syariyah Jantho, Siti Salwa, SHI., MH melalui Humas Mahkamah, Tgk. Murtadha, Lc.

“Kejadian pada tanggal 06 Agustus 2020, adalah tindakan pemerkosaan yang dilakukan di dalam air laut pada saat sang cucunya sedang bermain di tepi pantai Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar,” ungkap Tgk Murtadha.

Padahal, korban masih mengenyam pendidikan Sekolah Dasar (SD). Entah apa yang merasuki sang Terdakwa, sehingga memperkosa berulang kali sang cucu yang harusnya dilindungi dengan segenap jiwa raganya.

“Insya Allah akan sidang hari ini oleh Majelis Hakim, dengan Ketua Mahkamah Syar’iyah Jantho memimpin sebagai Ketua Majelis Hakim,” beber Tgk Murtadha melalui pesan WhatsApp.

Namun begitu, Tgk Murtadha tidak menjelaskan lebih jauh soal materi dakwaan. Dia meminta wartawan menanyakan lebih jauh kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Aceh Besar yang menangani kasus itu.

Kajari Aceh Besar, Rajendra D Wiritanaya SH didampingi Kasi Pidum, Agus Kelana Putra, SH., MH dan JPU Shidqi Noer Salsa, S.H., M.Kn. mendakwa pelaku dengan dakwaan pertama yaitu Pasal 49 Qanun Aceh Nomor 6 tahun 2014 dengan ancaman maksimal 200 kali cambuk atau denda maksimal 2.000 gram emas.

“Atau penjara 200 bulan. Alternatif dakwaan kedua Pasal 47 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 dengan ancaman cambuk 90 kali, denda emas 900 gram, atau penjara 90 bulan,” jelas Kajari Aceh Besar, Rajendra.

Kronologi

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Mahkamah Syariyah Jantho, pada Selasa 4 Agustus 2020 lalu sekitat pukul 09.00 WIB, pelaku memperkosa korban di kamar tidur pelaku.

Pelaku mengulangi perlakuan bejatnya pada Kamis 6 Agustus 2020 sekira pukul 16.00 WIB, atau dua hari berselang. Kejadian kedua dilakukan di pantai Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar.

Untuk aksi ketiga, pelaku dan korban tidak ingat waktunya. Saat itu, pelaku kembali menyetubuhi korban di ruang dapur rumah pelaku, di Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar.

Pertama, pelaku melancarkan aksi pemerkosaan tidak lama setelah korban buang air kecil di kamar mandi rumah pelaku. Di sana, pelaku menurunkan kain sarung dan menodai cucunya.

Setelah memperkosa korban yang masih di bawah umur itu, pelaku meminta korban tidak memberitahukan ayahnya. “Kalau ditanyakan oleh ibu kamu kenapa sakit di bagian kelamin, kasih tahu karena kena bangku sepeda,” ujar pelaku saat itu.

Kemudian pada 6 Agustus 2020, korban sedang bermain di tepi pantai. Terdakwa datang menghampiri korban untuk bermain di laut, selanjutnya korban diangkat oleh terdakwa ke pangkuan terdakwa dan kembali terjadi perkosaan.

Dan pada kesempatan lain terdakwa kembali memerkosa korban yang cucunya sendiri di ruangan dapur rumah terdakwa. Sesaat setelah melancarkan aksi pemerkosaan, sang kakek kembali berujar, “Jangan katakan pada siapapun, salah kamu sendiri sudah terlalu bercanda dengan ayah tua,” katanya.

Atas perbuatannya, kakek durjana itu pun diancam dengan pidana dalam Pasal 47 dan pasal Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang hukum jinayat dengan. **

You may also like
Begini Nasib Paman dan Ayah Terkait Kasus Perkosa Anak Kandung di Aceh Besar
Sungguh Bejat! Pria Ini Perkosa Putri Kandung Hingga Hamil dan Melahirkan
Perkosa 4 Anak Bawah Umur, Kakek 78 Tahun di Aceh Divonis 180 …
Kakek yang Perkosa 4 Anak Bawah Umur Dituntut 150 Bulan Penjara: “Ka Habeh Lon”

Leave a Reply