Home > Peristiwa > Seorang Hansip Diduga Perkosa Gadis Tunarungu di Area Kuburan

Seorang Hansip Diduga Perkosa Gadis Tunarungu di Area Kuburan

Sebarkan Berita Ini

MEDIARESMI.COM | Gadis tunarungu berinisial NS (20), warga Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi diduga menjadi korban pemerkosaan yang dilakukan oknum Linmas (Hansip).

Pelaku berinisial S alias Bule. Peristiwa keji itu dilakukan di sebuah makam atau kuburan di daerah Bekasi Timur, tidak jauh dari kediaman korban, Rabu (17/3/2021) sekira pukul 02.00 WIB.

Menutup Tribun Jakarta, Polres Metro Bekasi Kota lamban dalam menetapkan tersangka atas kasus dugaan pemerkosaan tersebut, korban justru berencana dibawa ke pemeriksaan psikiater.

Hal ini disampaikan kuasa hukum korban dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) GMBI Kota Bekasi Herli, Jumat 30 April 2021.

Herli mengatakan, sejauh ini pihak kepolisian belum menetapkan satu orangpun sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemerkosaan.

“Semoga penyidik akan secepatnya menetapkan terduga pelaku sebagai tersangka,” kata Herli.

Dia mengungkapkan, rencana membawa korban ke pemeriksaan psikiater merupakan keinginan penyidik untuk memperkuat bukti-bukti.

“Saya diberitahukan sama penyidik bahwa akan dilakukan pemeriksaan psikiater di Rumah Sakit Polri Kramat Jati,” ucapnya.

Alasan penyidik membawa korban ke pemeriksaan psikiater, Herli sendiri belum mengetahui secara pasti.

Namun, beberapa waktu lalu pihak kepolisian mengaku kesulitan, karena jawaban korban kerap berubah-ubah ketika ditanya penyidik.

“Itu alasan kepolisian (jawaban korban berubah-ubah), tapi nanti saya mau temuin penyidik alasannya (korban dibawa ke psikiater) apa,” terang dia.

Untuk pemeriksaan psikiater nantinya, korban kata Herli, tetap akan didampingi oleh penerjemah dari PPDI (Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia).

“Kami terus mengawal proses penanganan perkara ini, supaya ada kejelasan terkait penanganan perkara ini,” tegas dia.

Pihak kepolisian sejauh ini belum dapat dimintai keterangan lebih lanjut soal perkembangan kasus dugaan pemerkosaan wanita tunarungu ini.

Kronologi Kejadian

Orangtua korban, F (37) mengatakan, putrinya di malam kejadian pamit dengan orangtua untuk keluar rumah menunaikan shalat magrib.

Usai menunaikan shalat, NS kembali ke rumah dan sekira pukul 20.00 WIB, dia tiba-tiba keluar lagi untuk main ke rumah temannya.

“Pergi lagi, saya tungguin biasanya paling lama jam 9 atau jam setengah 10 udah pulang,” kata orangtua korban saat dikonfirmasi, Selasa (30/3/2021).

Khawatir anaknya tak kunjung pulang, F kemudian berusaha mencari ke rumah teman dekatnya. Satu per satu pintu diketuk, tidak ada tanda-tanda keberadaan sang putri.

“Saya tunggu sampai jam 12 enggak pulang juga, akhirnya saya cari ke rumah teman-temannya yang biasa main sama dia,” tuturnya.

Malam kian larut, belum ada kabar keberadaan NS balik ke rumah. Kepanikan makin meradang seisi rumah karena tidak biasanya sang putri main tidak ada kabar.

Hingga pukul 02.00 dini hari, ketua RT setempat dan beberapa orang pemangku lingkungan datang membawa kabar.

Namun, kabar itu sedikit membuat syok lantaran sang putri dianggap melakukan tindakan yang kurang baik.

Dia digiring ke kantor kelurahan oleh pemangku lingkungan, hingga orangtuanya diminta menjemput sang putri ke kantor polisi.

“Akhirnya bapaknya kesana jemput, di sana suami saya malah disuruh tanda tangan surat pernyataan, enggak tahu masalahnya apa, orang lagi panik,” ucap F.

Surat pernyataan itu rupanya, berkaitan dengan tindakan korban yang dinilai sedang asyik berduaan di kuburan dengan terduga pelaku berinisial S alias Bule.

Di bawah desakan, tanpa tahu secara pasti kronologis sebenarnya, surat pernyataan itu ditanda-tangani sang ayah.

Korban yang masih linglung belum dapat bercerita banyak, orangtua malam itu hanya berpikir anaknya pulang dengan selamat.

“Baru sampai rumah anak saya mandi, kondisinya (korban) waktu itu masih plenga-plengo kaya orang kebingungan,” tutur F.

Usai mandi, NS mulai lebih sedikit tenang. Dia pelan-pelan mau bercerita kepada kedua orangtua.

Dari cerita sang anak, F baru mengetahui kejadian buruk menimpa. Buah hatinya ternyata menjadi korban pemerkosaan yang dilakukan oknum Linmas (Hansip).

“Dia cerita, kejadiannya di kuburan, sebelum itu anak saya diajak muter-muter sama orang enggak dikenal, enggak tahu siapa,” ucapnya.

“Nah setelah diajak muter-muter itu, dia dibawa ke kontrakan, dia ngelawan di sana berusaha kabur, dari situ dia ketemu sama pelaku (S),” tambahnya.

Baca juga: Polisi Kembali Ciduk 3 Joki Karantina di Bandara Soekarno-Hatta

Korban bertemu dengan S ketika keduanya berpapasan di jalan, ketika itu, dia diajak menunggangi sepeda motor agar diantar pulang.

Tapi bukannya diantar pulang, S malah mengajak korban ke sebuah pemakaman. Di sana, korban diduga dicekoki semacam minuman hingga mabuk.

Kuasa Hukum NS dari Lembaga Bantuan Hukum GMBI Herli mengatakan, kasus dugaan perkosaan ini sudah dilaporkan ke Polres Metro Bekasi Kota dengan Nomor: STPL/773/K/III/2021/SPKT/Restro Bks Kota.

Laporan polisi dilayangkan pada, Jumat 19 Maret 2021 lalu. Terlapor dalam kasus ini berinisial S alias Bule, seorang pria yang sehari-hari bekerja sebagai Linmas (Hansip).

“Dari pengakuan korban seperti itu, dia diminumi diduga miras entah dicampur sesuatu atau apa, sehingga dia mabuk, barulah kejadian tersebut (pemerkosaan) terjadi,” tuturnya.

Adapun setelah proses laporan, korban sudah menjalani visum untuk kebutuhan penyelidikan serta berkoordinasi dengan sejumlah instansi agar didampingi dalam proses hukum.

“Korban sudah di BAP (Berita Acara Pemeriksaan), didampingi PPDI (Perhimpunan Penyandang Disabilitas) sama DP3A (Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak),” paparnya.

Sumber: Tribun Jakarta

You may also like
Jual Perawan Gadis Muda Rp10 Juta, Pria Ini Diringkus Polisi
Diduga Remas Payudara Seorang IRT, Oknum Anggota DPR Ditahan Polisi
Astaghfirullah!! Istri Melahirkan, Pria di Aceh Lampiaskan Nafsunya ke Anak Tiri
Diduga Terlibat Pencabulan, Oknum Pendeta di Medan Diberhentikan

Leave a Reply