Home > Gaya Hidup > SBY Curhat Lagi Melalui Tulisan, Ini Isinya

SBY Curhat Lagi Melalui Tulisan, Ini Isinya

Sebarkan Berita Ini

MEDIARESMI.COM | Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), kembali menuangkan curahan hatinya (curhat) melalui sebuah tulisan puisi. Presiden Indonesia ke-6 itu menceritakan soal kegundahan hati yang dia alami baru-baru ini.

“Malam itu Cikeas bagai kota mati. Atau seperti dusun kecil yang terbentang di kaki bukit yang sunyi. Suasana sungguh mencekam, hening dan sepi,” tulis SBY mengawali curhatannya, seperti dikutip Viva.co.id, Kamis 18 Maret 2021.

“Ketika kubuka jendela di dekat sajadah mendiang istriku, yang sedikit lusuh namun menyimpan kenangan yang teramat dalam, yang kini menjadi teman setiaku ketika aku bersujud ke pangkuan Ilahi, di kejauhan kupandangi langit yang pekat kehitaman. Tak ada cahaya rembulan atau gemerlapnya bintang bintang,” tulisnya.

Dalam tulisan itu, SBY menceritakan suasana Cikeas yang gelap sehabis hujan di sore hari. “Tinggal derak pohon dan dedaunan yang terdengar lirih berdesir. Pertanda angin malam masih menyapa dan menghampiri,” tulisnya.

Dalam keheningan malam itu, SBY memikirkan berbagai macam ujian dan cobaan yang dilalui. Bahkan SBY juga menyinggung adanya perlakuan dari sosok yang ia anggap sebagai sahabat tetapi justru melukainya.

“Di keheningan malam itulah, aku berkontemplasi untuk mencari hikmah dari cobaan baru yang kualami. Dalam kekuatan iman yang kumiliki, aku bertanya kepada Sang Pencipta, juga mengadu, mengapa cobaan ini mesti datang seperti ini,” ujarnya.

“Perbuatan dan perlakuan sejumlah “sahabat” yang sangat melukaiku. Juga melukai orang-orang yang setia, yang mencintai dan berjuang di sebuah perserikatan partai politik, yang selama 20 tahun aku juga ikut bersamanya,” sambungnya.

SBY menganggap peristiwa yang menimpanya saat ini sungguh tak pernah dia bayangkan. Partai yang diperjuangkannya selama puluhan tahun yang kini dipimpin putranya itu, kini tengah dihantam badai yang dahsyat.

“Sesuatu yang tak pernah kubayangkan bahwa itu bakal terjadi. Sesuatu yang menabrak akal sehat, etika dan budi pekerti. Juga bertentangan dengan sifat keperwiraan dan kekesatriaan,” ungkapnya.

Dia mengalami apa yang disebut percakapan bathin mengenai apa yang saat ini dialaminya dan bagaimana langkah yang seharusnya dilakukan. Namun, pada akhirnya SBY meyakini kebenaran dan keadilan pasti akan datang.

“Aku dilahirkan untuk mencintai kedamaian. Bukan pertentangan dan kekerasan. Namun, bagaimanapun aku lebih mencintai kebenaran dan keadilan. Jika kebenaran dan keadilan tegak, damailah hati kita. Damailah negara kita. Damailah dunia kita,” jelasnya.

SBY juga berdoa; “Ya Allah, kabulkanlah permintaanku akan hadirnya kedamaian, kebenaran dan keadilan di negeri tercinta ini. Kepada-Mu aku berserah diri, dan kepada-Mu aku memohon pertolongan.”

Sumber

You may also like
SBY dan AHY Disuruh Minta Maaf ke Presiden Jokowi
Teuku Riefky Teruskan Pesan AHY: Semoga Partai Aceh Terdepan Menjaga Perdamaian Aceh
Ini Alasan Moeldoko Mau Menjadi Ketua Umum Partai Demokrat
KLB Partai Demokrat Dinilai Sah dan Tak Perlu Ada yang Merasa Terancam

Leave a Reply