oleh

Rugi Kalau Tidak Puasa Ramadhan, Ini Sederet Manfaat Berpuasa

MEDIARESMI.COM | Berpuasa dinilai tak hanya untuk menahan lapar dan haus saja, tapi kencenderungan berpuasa bisa bermanfaat bagi kesehatan dan kecerdasan otak.

Nah, bagaimana sains melihat manfaat puasa untuk otak yang memiliki kaitan dengan kecerdasan?

Berikut ulasannya seperti dihimpun dari Amenclinics, yang dikutip CNBC Indonesia:

Meningkatkan Daya Ingat

Berdasarkan penelitian Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics, berpuasa beberapa minggu secara signifikan akan meningkatkan daya ingat kamu.

Ternyata, mengurangi waktu makan atau berpuasa terbukti dapat meningkatkan daya ingat. Peradangan bisa dikaitkan dengan gangguan otak seperti depresi, gangguan bipolar, hingga obsesif kompulsif (OCD).

Menurut sebuah penelitian di Nutrition Research, puasa diklaim bisa mengurangi peradangan karena baik untuk meningkatkan kesehatan otak serta kesejahteraan mental kamu dan lifestyle kamu.

Melawan Gula Darah Tinggi

Studi lain juga menunjukkan bahwa kecemasan dan depresi 2 hingga 3 kali lebih tinggi pada pasien dengan diabetes tipe 2 daripada populasi umum.

Dilansir dari British Journal of Nutrition, berpuasa bisa meningkatkan sensitivitas insulin yang lebih besar, yang membantu terhindar dari gula darah tinggi yang dikaitkan dengan meningkatkan emosi positif, dan daya ingat.

Menurunkan Tekanan Darah

Puasa bisa membantu kamu mengurangi tekanan darah tinggi saat tidur. Hal ini bermanfaat untuk kesehatan jantung dan otak.

Sedangkan yang punya hipertensi atau pra-hipertensi bisa terbantu dari gangguan skizofrenia, ADD/ADHD, cedera otak traumatis, dan banyak lagi.

Selain itu, apabila aliran darah seseorang normal, maka dapat terhindari dari penyakit alzheimer.

Memperbaiki Suasana Hati

Berdasarkan penelitian dari Journal of Nutrition Health & Aging, disebutkan bahwa setelah menjalankan puasa selama sebulan, secara tidak langsung bisa memperbaiki suasana hati dan menurunkan ketegangan, amarah, dan kebingungan.

Mengikuti Studi lain dari 2018 yang menyelidiki strategi penurunan berat badan lewat puasa dikaitkan dengan peningkatan signifikan dalam kesejahteraan emosional dan depresi.

 

(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed