Home > Peristiwa > Restorative Justice Working Group Datangi Mahkamah Syariyah Jantho

Restorative Justice Working Group Datangi Mahkamah Syariyah Jantho

Sebarkan Berita Ini

MEDIARESMI.COM | Peneliti dari Lembaga Restorative Justice Working Group (RJWG) mendatangi Kantor Mahkamah Syariyah Jantho, Aceh Besar, Rabu 7 April 2021. Kedatangan tim dari RJWG untuk meneliti proses peradilan dalam menjaga hak-hak perempuan dan anak.

Tim terdiri dari Peneliti Ahli DR. H. Riza Nizarli, SH., MH dan anggotanya; Marlinita SH, Juwita dan Ramadhaniah. Mereka disambut oleh salah satu hakim yang mewakili unsur pimpinan dengan didampingi oleh Kasubbag Umum dan Keuangan, Zuldiati, SH.

Ketua Mahkamah Syariyah Jantho melalui Humasnya, Tgk. Murtadha, Lc menyampaikan bahwa pimpinan dan segenap unsur jajaran Mahkamah Syariyah Jantho mengucapkan terima kasih atas kedatangan tamu dari RJWG, meskipun dirinya tidak dapat hadir.

Tim ini selain meneliti proses peradilan dalam menjaga hak-hak perempuan dan anak, juga melakukan review untuk persoalan anak yang berhadapan dengan hukum, baik anak sebagai korban, saksi dan bahkan sebagai pelaku.

“Ibu Ketua menyampaikan permohonan maaf tidak bisa turut serta dalam pertemuan tersebut, karena pada kesempatan yang sama sedang memimpin persidangan 7 perkara perdata,” kata Murtadha.

Dr. H. Riza Nizarli menuturkan, kedatangannya bersama anggota ke Mahkamah Syariyah Jantho untuk melakukan pemetaan data awal, karena Lembaga RJWG bekerjasama dengan Australia Indonesia Indonesia Partnership for Justice (AIPJ2) telah menetapkan 3 kabupaten/Kota sebagao objek simple.

Tiga kabupaten/kota tersebut yaitu, Kota Banda Aceh, Kabupaten Aceh Besar dan Kabupaten Aceh Tengah, yang akan diteliti terhadap advokasi hak-hak perempuan dan anak sebagai elemen subjek yang akan diteliti.

Selain mengunjungi Mahkamah Syariyah Jantho, Riza Nizarli mengungkap bahwa pihaknya juga melakukan kunjungan ke Pengadilan Negeri Jantho dan Kejaksaan Negeri Jantho dalam kegiatan yang sama.

Terpisah, Ketua Mahkamah Syariyah Jantho, SIti Hawa mengaku sangat terbuka kepada siapapun yang hendak melakukan penelitian di satuan kerjanya, terlebih untuk kepentingan advokasi dan edukasi dalam hal ini tentang segmen perempuan dan anak.

“Insya Allah kami mendukung dengan data yang relevan dan bersifat esensial, baik itu untuk kepentingan naskah akademik atau legal drafting untuk Bahan Forum Group Discussion. Sepanjang diperbolehkan oleh aturan yang berlaku, kita akan support,” katanya.

Untuk informasi, AIPJ2 adalah kemitraan antara Pemerintah Australia dan Indonesia untuk memperkuat institusi peradilan dan keamanan Indonesia serta berkontribusi terhadap stabilitas dan kemakmuran Indonesia dan kawasan.

Kemitraan berfokus untuk mendukung kegiatan transparansi, akuntabilitas, dan antikorupsi; mengatasi kejahatan lintas batas dan memperkuat keamanan; mencegah ekstremisme kekerasan; reformasi pemasyarakatan; dan pengembangan kemitraan.

Redaksi

You may also like
Begini Nasib Paman dan Ayah Terkait Kasus Perkosa Anak Kandung di Aceh Besar
Mahkamah Jatuhkan Hukuman 30 Kali Cambuk kepada Pasangan Mesum
Perkosa 4 Anak Bawah Umur, Kakek 78 Tahun di Aceh Divonis 180 …
Kakek yang Perkosa 4 Anak Bawah Umur Dituntut 150 Bulan Penjara: “Ka Habeh Lon”

Leave a Reply