oleh

Rakyat Aceh Kumpulkan Donasi Bantu Bangun Masjid di Sulawesi Barat

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

MEDIARESMI.COM | Rakyat Aceh mengumpulkan donasi untuk diserahkan kepada masyarakat Sulawesi Barat, yang ditimpa musibah gempa pada 15 Januari 2021 lalu. Hasil donasi itu diarahkan untuk membangun masjid yang hancur karena gempa.

“Berdasarkan perintah Pak Gubernur Aceh, kami menugaskan tim assesment ke Sulbar dan mereka sudah melaksanakan tugas beberapa hari di sana. Kami sudah menerima laporan hasil assesment untuk segera kita tindaklanjuti,” ujar Kepala Pelaksana (Kalak) BPBA, Dr. Ir. Ilyas, MP, didampingi Ketua Forum PRB Aceh, Nasir Nurdin, Kamis 14 Oktober 2021.

Dalam rilis yang diterima Wartawan MEDIARESMI.COM, disampaikan bahwa masjid yang hacur yaitu Masjid Al-Munawarah yang berlokasi di Lingkungan Te’beng, Kelurahan Kasambang, Kecamatan Tampalang, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat.

Tim Aceh ke Sulbar dipimpin Said Ashim (Kabid RR BPBA) dengan anggota masing-masing Mukhsin Syafii, ST, MT (Kasi Rekonstruksi BPBA); Rahmat Thalib, ST, M.Si (Bendahara Forum PRB Aceh), dan Rizki Afrzal, ST (Kasi Pengendalian Sarana dan Prasarana Dinas Perkim Aceh).

Tim berangkat ke Sulbar pada 1 Oktober 2021. Setelah berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Sulbar dan Kalaksa BPBD Kabupaten Mamuju, selanjutnya tim turun ke beberapa lokasi untuk menemukan masjid dan rumah ibadah yang hancur akibat gempa.

Ada empat lokasi yang disurvei oleh tim. Yang dipilih adalah Masjid Al-Munawarah, di Km 36, Jalan Poros Mamuju-Majene, di Lingkungan Te’beng, Kelurahan Kasambang, kecamatan Tampalang, Kabupaten Mamuju.

Masjid Al-Munawarah hancur total akibat gempa 15 Januari 2021 yang berpusat di Tampalang. Ketua BKM Masjid Al-Munawarah, Abdul Mutalib menjelaskan, luas tapak bangunan 12×12 M². Luas area masjid 1.000 meter persegi dilengkapi sertifikat hibah.

Lokasi Masjid Al-Munawarah sangat strategis di pinggiran jalan menghadap ke laut dan menjadi tempat singgah bagi pengemudi dan para penumpang sebelum memasuki Kota Mamuju. Tim juga telah bertemu dengan Bupati Mamuju.

Bupati Mamuju sangat berterima kasih atas sumbangan masyarakat Aceh untuk rakyat Mamuju. Mengenai pemilihan lokasi dan bentuk masjid diserahkan sepenuhnya kepada Pemerintah Aceh. Selain kepada bupati, laporan juga disampaikan Tim Aceh kepada Kalaksa BPBD Provinsi Sulawesi Barat.

Berdasarkan dana yang tersedia sebesar Rp 1.200.000.000 (satu miliar) dengan harga taksir satuan bangunan sederhana per M² Rp 5.700.000 (lima juta tujuh ratus ribu) akan diperoleh luas rencana nangunan masjid yaitu 14 x 14 M² = 196 M².

Menurut Kalak BPBA, hasil assesment empat calon lokasi pembangunan masjid di Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulbar akan diteruskan kepada Gubernur Aceh untuk diputuskan dan penetapan lokasi.

“Juga akan segera dibuat rapat untuk menentukan langkah-langkah berikutnya,” demikian Kalak BPBA yang akrab disapa Abi Ilyas.

Sementara Ketua Forum PRB Aceh, Nasir Nurdin menambahkan, jika pembangunan masjid di Kabupaten Mamuju terealisasi, itu menjadi masjid ketiga yang dibangun dengan memanfaatkan bantuan masyarakat Aceh untuk korban bencana.

Masjid pertama adalah Masjid An-Nur, yang berlokasi di Desa Gondang, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), yang sebelumnya hancur total akibat gempa 7,0 SR yang mengguncang NTB pada 5 Agustus 2018.

Masjid An-Nur yang dibangun dengan dana Rp 2,3 miliar diresmikan pengoperasian kembali oleh PLT Gubernur Aceh, Ir. H. Nova Iriansyah MT, Minggu 28 April 2019.

Rakyat Aceh juga menyumbang dana untuk korban gempa Palu yang terjadi pada 28 September 2018. Dari total dana yang terkumpul sebesar Rp 3,3 miliar, berhasil dibangun kembali Masjid Jami’ Nurul Hasanah di Kelurahan Pengawu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng).

Masjid yang kemudian diberi nama Nurul Hasanah Aceh diresmikan oleh Gubernur Aceh, Minggu, 22 November 2020. Selain itu, masyarakat Aceh juga menggalang dana untuk korban gempa dan tsunami Selat Sunda yang terjadi 22 Desember 2018.

Menurut Nasir, dana yang berhasil dihimpun untuk korban gempa dan tsunami Selat Sunda hanya sebesar Rp 296.526.532 (dua ratus sembilan puluj enam juta lima ratus dua puluh enam ribu lima ratus tiga puluh dua rupiah).

Dana tersebut diserahkan untuk dikelola langsung oleh Pemkab Pandeglang, Provinsi Banten. Penyerahannya dilakukan, Kamis 19 Desember 2019 oleh Ketua Forum PRB Aceh, Nasir Nurdin kepada Bupati Pandeglang, Hj Irna Narulita SE MM diwakili Asisten I Bidang Pemkesra, Rahmadani.

(Rls)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed