oleh

Prof Syamsul Rijal Ungkap Tips Biar Kuat Puasa Hari Pertama

MEDIARESMI.COM | Pemerintah telah memutuskan puasa hari pertama bulan suci ramadhan tahun 2022 jatuh pada Minggu, 3 April 2022.

Keputusan itu dilakukan setelah sebelumnya pada Jumat 1 April 2022, hilal tidak terlihat, sehingga bulan sya’ban pun digenapkan menjadi 30 hari.

Untuk sebagian orang, mungkin menjalankan ibadah puasa pada hari pertama agak berat, apalagi jika sebelumnya belum melatih diri pada bulan Rajab dan Sya’ban.

Lantas, apa tips agar puasa hari pertama tetap kuat dan bisa dijalani hingga tibanya waktu berbuka?

Menurut Guru Besar Filsafat Islam pada Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, Prof. Dr. H. Syamsul Rijal, M.Ag, seorang muslim tidak perlu khawatir dengan puasa ramadhan.

“Pada dasarnya puasa ramadhan ini merupakan ibadah yang diwajibkan kepada orang beriman. Karena itu, kunci pertama yang harus ada dalam diri setiap muslim adalah sabar dan ikhlas,” ujarnya saat diminta menyampaikan tips agar kuat berpuasa ramadhan di hari pertama.

Mantan Dekan Fakultas Ushuluddin UIN Ar-Raniry ini mengatakan, puasa ramadhan tidak boleh menghambat seseorang dalam menjalankan aktifitas hari-hari seperti biasa.

“Puasa tidak boleh menjadi aral bagi aktifitas. Dalam menjalani ibadah puasa harus menjadi motivasi dalam beraktifitas, karena mereka yang puasa dekat dengan Tuhannya,” kata Prof Syamsul Rijal.

Bagi seorang muslim, ungkap Prof Syamsul Rijal, harus benar-benar meyakini bahwa Tuhan selalu dekat dengan hamba-Nya. Sehingga, setiap menjalankan aktifitas dalam bulan Ramadhan, tidak membuat seseorang menjadi lemah karena merasa sendiri.

“Tuhan itu menjadi penggerak beraktifitas karena kedekatan hamba dengan-Nya,” ungkap Prof Syamsul Rijal.

Guru Besar Ilmu Filsafat Islam yang kerap tampil memberikan ceramah pada hari Jumat di berbagai masjid yang ada di Aceh ini menuturkan, keyakinan seorang untuk mencapai sesuatu sangat penting.

“Sesuatu yang dilakukan dengan penuh keyakinan, apalagi menyakini bahwa ibadah yang dijalankan mendapat pengawasan dan dukungan dari Allah SWT, saya rasa akan mudah menjalankannya” kata Prof Syamsul.

Untuk itu, ia menyarankan setiap orang yang berniat puasa ramadhan, agar memantapkan niat bahwa puasa adalah ibadah yang mendapat dukungan penuh dan rasa cinta dari Yang MahaKuasa, sehingga setiap aktifitas yang dilakukan tidak menghambat ibadah, dan ibadah tidak menghambat aktifitas.

“Semoga, ibadah kita pada bulan suci ramadhan tahun ini berjalan dengan lancar,” harapnya seraya mengharapkan selama menjalankan ibadah puasa ramadhan 1443 H tetap kuat. “Insyaallah kita akan mendapat predikat sebagai orang yang bertaqwa,” tutupnya.

 

(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed