Home > Peristiwa > Politisi Golkar Dyah Roro Esti Usul Komisi VII Dibubarkan Saja, Begini Alasannya

Politisi Golkar Dyah Roro Esti Usul Komisi VII Dibubarkan Saja, Begini Alasannya

Sebarkan Berita Ini

MEDIARESMI.COM | Anggota Komisi VII Fraksi Golkar, Dyah Roro Esti, mengajukan interupsi dalam rapat paripurna pembukaan masa sidang V tahun 2020-2021. Dyah mengutarakan keluhan para anggota Komisi VII saat ini.

Dyah mengutarakan isi hatinya terkait kemitraan Komisi VII saat ini, yang disebutnya hanya bermitra dengan satu kementerian saja yaitu Kementerian ESDM.

“Mengingat Ristek sudah bergabung dengan Kemendikbud maka otomatis menjadi mitra Komisi X dan Kementerian LHK bermitra dengan Komisi IV yang tentu berbeda dengan periode sebelumnya, di mana pada waktu itu KLHK bermitra dengan dua komisi, yaitu Komisi IV dan Komisi VII,” kata Roro dalam interupsinya, Kamis 6 Mei 2021.

Roro mengatakan, Komisi VII akan sulit jika hanya bermitra dengan Kementerian ESDM saja. Apalagi, menurutnya, Komisi VII sudah meratifikasi perjanjian NDC terkait iklim.

“Saya ingin mengingatkan kembali pimpinan, bahwa Komisi VII sudah meratifikasi perjanjian Paris dan kita sudah menciptakan NDC (Nasionaly Diterment Contribustion) melalui UU No 6/2016,” katanya.

“Pada saat itu sudah disahkan dengan Kementerian LHK. Maka kami saat ini merasa sangat kesulitan dalam memonitor implementasi UU tersebut mengingat bahwa kita ketika kita membahas gas rumah kaca ini tidak hanya berkaitan dengan sektor energi saja tapi juga sekitar kehutanan hingga sektor limbah,” sambungnya.

Padahal menurut dia, pihaknya sedang menyusun RUU energi baru dan terbarukan sebagai wujud mengurangi emisi karbon di sektor energi saja.

“Dan ini merupakan wujud kami untuk mendorong menjadi salah satu langkah mendorong transisi energi. Dan ini tidak lepas dari koordinasi ataupun koordinasi yang dibutuhkan dengan Kementerian LHK berserta ristek selepas daripada kementerian ESDM,” jelasnya.

Roro menilai keberadaan Komisi VII akan merasa sia-sia jika hanya bermitra satu kementerian. Dia meminta pimpinan untuk menambah mitra Komisi VII. Sebab, menurutnya kurang efektif jika Komisi VII hanya bermitra dengan satu kementerian.

“Mengingat juga ada total 33 kementerian dan 11 komisi di DPR RI. Logikanya, satu komisi bermitra dengan satu kementerian ketika kita bagi rata-rata. Maka dari itu saya mohon sekali pertimbangan dari pimpinan DPR untuk dapat menambah mitra yang tentunya cocok untuk Komisi VII baik di sektor energi, lingkungan ataupun ristek,” ungkapnya.

Jika tidak, Roro menyarankan agar Komisi VII dibubarkan. “Dengan tujuan agar kami dapat menjalankan fungsi pengawasan dengan optimal dan sebaik mungkin, dan kalau tidak demikian saya rasa lebih baik Komisi VII dibubarkan saja. Lebih baik kita digabungkan dengan komisi lain saja. Jadi saya mohon, saya mohon sekali pertimbangannya. Makasih,” tuturnya.

Sumber: Detikcom

You may also like
Januari 2021 BBM Premium Dihilangkan? Begini Jawaban Pertamina
Bahas RUU EBT, DPR Sebut Potensi Sumber Energi Nasional Masih Besar
Tolak UU Cipta Kerja, DPRA Minta Plt Gubernur Aceh Kirim Surat ke Presiden
Oknum Timses DPR RI Diduga Lakukan Pemerasan ke Penerima Proyek Irigasi di Bireuen

Leave a Reply