Home > Peristiwa > Pengamat Heran, Aceh Besar Kekurangan Figur yang Dapat Dipercaya?

Pengamat Heran, Aceh Besar Kekurangan Figur yang Dapat Dipercaya?

Sebarkan Berita Ini

MEDIARESMI.COM | Pengamat Politik Aceh, Usman Lamreung mengaku heran dengan kepemimpinan Bupati Aceh Besar Ir. H. Mawardi Ali dan Waled Husaini. Sebab, di sisa masa jabatan 18 bulan lagi menjadi Bupati dan Wakil Bupati, masih banyak Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diduga belum bisa bekerja maksimal.

Akibatnya, banyak program yang dicanangkan pada kampanye saat Pilkada 2017 lalu belum terealisasi dengan maksimal. Padahal, Mawardi Ali dan Waled Husaini sudah empat tahun memimpin Aceh Besar.

“Tentu, di sisa masa pemerintahan tersebut mengharuskan mempercepat realisasi berbagai program yang pernah dijanjikan saat Pilkada dan sudah dijabarkan dalam program RPJM pemerintahannya,” kata Usman Lamreung.

Dalam rilis yang dikirim ke MEDIARESMI.COM, Rabu malam 20 Januari 2021, Usman Lamreung menuturkan, salah satu upaya dalam mendukung percepatan implementasi dan realisasi semua program itu membutuhkan tim solid, SDM mumpuni dan distribusi kewenangan sesuai tugas dan fungsi kepada OPD.

“Namun ironisnya, sudah masuk fase keempat tahun pemerintahannya, sangat disayangkan masih ada Organisasi Perangkat Daerah, posisi kosong alias para pejabatnya masih dalam status Pelaksana Tugas (PLT).

Pengamat Politik Aceh ini menyebutkan, ada tujuh posisi dinas dalam lingkungan Pemerintahan Aceh Besar saat ini dijabat oleh PLT, yaitu; Dinas PUPR, Dinas Arsip, Inspektorat, Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRK, Dinas Koperasi, Dinas Diskominfo dan Dinas Syariat Islam.

“Sudah sangat lama posisi dinas terkait berstatus PLT. Padahal, kita tahu posisi PLT sangat sedikit ruang untuk memutuskan berbagai kebijakan dalam mempercepat realisasi program sesuai dengan bidang dan tugas,” ungkapnya.

Usman Lamreung menjelaskan, lamanya posisi PLT di beberapa dinas pemerintahan Kabupaten Aceh Besar itu dinilai berimbas pada pelayanan, pengambilan kebijakan, dan berdampak terganggunya tata kelola dan birokrasi di Pemerintahan Aceh Besar saat ini.

Karena banyaknya posisi dijabat PLT, Akademisi Universitas Abulyatama itu menganggap reformasi tata kelola dan birokrasi pemerintahan program prioritas pemerintahan Mawardi Ali dan Waled Husaini terkesan tidak berjalan sesuai yang dicita-citakan.

“Buktinya, dalam pengelolaan birokrasi, masih ada dinas terkait posisinya masih di isi PLT dan ini membuktikan gagalnya reformasi tata kelola pemerintahan dan birokrasi. Maka sudah sepatutnya Bupati Mawardi Ali mempercepat dan menempatkan posisi dinas terkait secara definitif dengan mempertimbangkan SDM mumpuni, loyal dan siap bekerja untuk kepentingan rakyat,” harapnya.

“Jangan berlama-lama dengan posisi dinas PLT, apalagi kabarnya Bupati Mawardi Ali berencana ikut mencalonkan diri sebagai Gubernur Aceh pada Pilkada 2022, tentu akan disibukkan dengan kegiatan tersebut, maka sudah sepatutnya menunjuk dinas terkait dengan posisi definitif,” sambungnya.

Selain itu, Pengamat menilai bahwa penunjukan posisi PLT di sejumlah dinas tersebut, memberikan kesan kepada publik bahwa saat ini Aceh Besar kekurangan figur yang dapat dipercayakan untuk memimpin posisi tersebut. Padahal, lanjutnya, Aceh Besar memiliki putra-putri terbaik dengan kapasitas yang mumpuni.

“Atau sepertinya, penunjukan PLT tersebut hanya persoalan ketidakpercayaan. Apakah tidak ada orang lain di Pemerintahan Aceh Besar, sehingga di tunjuk PLT, atau jangan-jangan ada kong-kalikong sehingga mesti diangkat PLT,” tanya Usman Lamreung.

Magister Ilmu Politik itu berharap Bupati Aceh besar tidak membiarkan posisi PLT berlarut-larut. “Segerakan dinas terkait yang masih berstatus PLT untuk didefinitifkan, agar pembangunan Aceh Besar tidak mengalami hambatan,” tutupnya. (R)

You may also like
LPRI Aceh Tanggapi Buruknya Pelayanan Pendidikan di Pulo Aceh
Kondisi Pendidikan di Pulo Aceh Menyayat Hati, DPR Akan Panggil Kepala Dinas
[Proyek IPAL] : Jangan Merusak Situs Sejarah Peradaban Islam di Aceh
Bupati Aceh Besar Percayakan Jabatan Sekda kepada Putra Pulo Aceh

Leave a Reply