Home > Daerah > Oknum TNI Dituding Rampas Kios Pedagang di Lhokseumawe

Oknum TNI Dituding Rampas Kios Pedagang di Lhokseumawe

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

MEDIARESMI.COM | Oknum Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat, Herman, yang bertugas di Korem 011/Lilawangsa dituduh telah merampas dua kios pedagang milik Armansyah dan Fitri Mayasari, di Pasar Buah, Keude Aceh, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe.

Dua kios itu dijadikan sebagai tempat usaha sampingannya yaitu usaha pangkas rambut. Kemudian Herman berhasil melobi pihak Dinas Perdagangan Kota Lhokseumawe, dan kios tersebut dialihkan untuknya.

Menurut informasi yang diterima media, Herman merupakan salah satu anggota Provos, yang dianggap telah merampas kios milik pedagang sebelumnya. Kios tersebut milik Pemerintah Kota Lhokseumawe yang diperuntukkan untuk para pedagang kaki lima, dengan status hak pakai.

Salah seorang pemilik kios, Armansyah (52) atau kerap disapa Maskos menuturkan, kasus pengambilalihan oleh oknum TNI itu pernah dimediasi oleh Denpom Lhokseumawe, pada Senin malam 23 Agustus 2021, tapi tidak ada kata sepakat.

Denpom juga disebut memperingatkan pedagang agar tidak “terlalu maju”. Kasus ini juga sudah pernah kami laporkan kepada Wali Kota Lhokseumawe, Suaidi Yahya, yang juga pembinaan Ikatan Pedagang Kaki Lima Lhokseumawe (IPKL).

“Tetapi juga tidak ada respon, malah mengatakan, kenapa kamu sewakan ke tentara (TNI) itu salah sendiri,” tuturnya.

Markos juga menceritakan kronologis perkara, pada awalnya kios tersebut disewakan kepada pedagang bernama Lia selama satu tahun, karena membutuhkan uang untuk anaknya kuliah.

Kemudian Lia mengalihkan sewa akibat tidak laku berjualan yang sisanya empat bulan ke Provos Herman tanpa memberitahukan kepada Markos. “Selesai kontrak, Provos Herman memohon kepada kami untuk memperpanjang sewa, tetapi kami tidak memberikan karena ingin berjualan sendiri, tetapi ia ngotot dan memohon-mohon, sehingga diperpanjang sewa satu,” bebernya.

Lebih lanjut Markos menjelaskan, pada tahun kedua, Provos Herman membuat hubungan dengan pegawai Dinas Perdagangan Lhokseumawe agar dua kios itu menjadi miliknya.

Provos Herman itu diduga membuat laporan palsu kepada pihak kepolisian, bahwa Markos menipu dirinya. Markos dituduh mengambil uang sewa tidak sesuai dengan harga yang ditentukan oleh Pemko Lhokseumawe.

“Akibat dari itu, tanpa surat apapun kios kami dialihkan untuk Provos Herman dengan alasan pegawai dinas tidak membayar sewa. Padahal kami menunggak 6 bulan, itu pun sudah kami bayar melalui rekening kas daerah Pemerintah Kota Lhokseumawe, tetapi pihak dinas ngotot mengeluarkan surat hak pakai kios untuk Provos Herman,” ujarnya.

Markos menyebutkan, sewa menyewa kios di pasar buah milik Pemerintah Lhokseumawe sudah menjadi rahasia umum. Bahkan hampir semua kios di pasar buah Lhokseumawe disewakan kepada orang lain.

“Kami mengharapkan kepada Pemerintah Kota Lhokseumawe untuk memberikan kembali kios tersebut. Jangan diberikan untuk Herman yang punya gaji bulanan di TNI. Kios itu tempat kami bertahan hidup sehari-hari,” ucapnya dengan berlinang air mata.

Markos yang juga mantan Ketua IPKL berharap Wali Kota mengevaluasi kinerja pejabat Dinas Perdagangan yang disebutnya mencari keuntungan pribadi atas penderitaan pedagang kecil.

Sementara itu, Anggota TNI, Herman membantah bahwa dirinya mendapatkan dua kios tersebut dengan cara merampas. Herman menegaskan bahwa ia mendapatkan sesuai peraturan. Namun, ia mengira si pemilik kios pertama tidak terima dengan keputusan pihak dinas yang memberikan kios tersebut kepadanya.

“Saya tidak merampas kedai itu. Toh saya mendapatkannya sesuai prosedur,” tegasnya saat dikonfirmasi, Selasa 24 Agustus 2021.

Herman juga mengaku dirinya kerap mendapatkan cacian dari pemilik kios pertama, tapi menganggap cacian itu sebagai angin lalu.

“Asal saya pergi ke kios selalu dapat cacian ,cuman saya ga terlalu open saya main hp aja seakan tidak ada apa apa yang terjadi,” ungkapnya.

Ia juga mengaku keberatan kepada pewarta apabila berita ini dinaikkan karena kesannya seperti merampas. “Kalau saya pribadi keberatan bila berita naik. Itu kesannya saya rampas kedai dari dia. Kan semuanya sesuai prosedur,” tutupnya.

Penulis: Ahmad Mirzda

You may also like
Diduga Jual Beli Chip Domino, Seorang Pedagang di Aceh Timur Ditangkap Polisi
Polisi Ajak Pedagang dan Warga di Pasar Inpres Lhokseumawe Ikut Vaksinasi
TNI-Polri Menjadi Pjs Kepala Daerah Munculkan Kekhawatiran Politikus Golkar
Sempat Tumbang dan Dirawat, Siswi di Lhokseumawe Minta Tidak Percaya Hoax Vaksin

Leave a Reply