oleh

Negara Bangkrut, Presiden Sri Lanka Kabur ke Singapura

MEDIARESMI.COM | Sri Lanka, negara kepulauan yang berpenduduk sekitar 22 juta orang, dilaporkan mengalami kerusuhan besar akibat krisis ekonomi yang melanda negara itu.

Bahkan, krisis yang terjadi di Sri Lanka dilaporkan telah berakibat pada kekurangan pangan, obat-obatan, serta kelangkaan sumber energi.

Pemadaman listrik terjadi selama berbulan-bulan, yang membuat warga kekurangan pangan dan bahan bakar yang akut, serta inflasi melonjak ke rekor paling buruk dalam sejarah Sri Lanka.

Pada Rabu 13 Juli 2022, Sri Lanka telah mengumumkan keadaan darurat nasional, yang disampaikan beberapa jam sebelum Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaks pergi meninggalkan negara.

Pesawat yang membawa Presiden Sri Lanka juga dikabarkan mendarat di Singapura pada Kamis 14 Juli 2022. Demikian dikutip CNBCIndonesia dari AFP.

Sebelumnya dilaporkan, Gotabaya melarikan diri saat warganya melakukan aksi demonstrasi besar-besar menuntut dirinya mundur dari jabatan presiden. Dia melarikan diri ke Maladewa sebelum ke Singapura.

Belum ada informasi dengan pesawat apa dia melarikan diri ke Singapura. Dalam laporan sebelumnya, dia dikabarkan melarikan diri menggunakan maskapai Arab Saudi, Saudia.

Dengan perginya Gotabaya ke luar negeri, Perdana Menteri (PM) Ranil Wickremesinghe didaulat menjadi pejabat presiden sementara. Namun keputusan itu kembali memicu protes lebih lanjut dari warga.

Warga juga menuntut Wickremesinghe mengundurkan diri. Saat ini massa juga sudah berhasil menduduki kediaman dan kantor milik Presiden dan PM.

Sedangka Wickremesinghe meminta secara tegas pengunjuk rasa untuk meninggalkan kantornya. “Militer dapat melakukan apapun yang dapat memulihkan ketertiban,” kata dia.

(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed