Home > Gaya Hidup > Mimpi Basah sedang Puasa Ramadhan, Puasanya Batal?

Mimpi Basah sedang Puasa Ramadhan, Puasanya Batal?

Sebarkan Berita Ini

MEDIARESMI.COM | Mimpi basah atau ihtilam merupakan hal alami pada laki-laki dan perempuan sebagai tanda kedewasaan. Ada kalanya ihtilam tidak disertai mimpi terlebih dahulu, tiba-tiba mendapati pakaian sudah basah oleh sperma.

Kejadian ini terkadang menimbulkan pertanyaan, apakah mimpi basah saat puasa membatalkan puasa satu hari, terutama puasa di bulan Ramadhan?

Rupanya, jika orang yang puasa tidur kemudian mimpi basah, maka puasanya tidak batal dan tetap menyelesaikan puasanya, seperti dikutip dari buku Ilmu Fikih oleh Sudarto.

Pada perempuan dan laki-laki yang mengalami mimpi basah saat puasa di tengah siang hari, menurut madzhab Syafi’i, atau pagi-pagi ia junub, puasanya sah, meskipun tidak mandi wajib, seperti ditulis dalam Fikih Ibadah Madzhab Syafi’i oleh Syaikh Dr. Alauddin Za’tari.

Hal ini diketahui berdasarkan Shahih Al-Bukhari, Kitab Puasa, dalam hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah;

“Sesungguhnya Rasulullah SAW mendapati fajar dan beliau dalam keadaan junub setelah menggauli istrinya. Kemudian beliau mandi dan berpuasa.”

Adapun menurut madzhab Hambali, ejakulasi hanya dengan berkhayal, atau melalui mimpi tidak membatalkan puasa seseorang hingga tak mengharuskannya untuk mengqadha puasa tersebut dan tidak pula dikenakan hukuman kafarah.

Penjelasan itu seperti dikutip dari Fiqih Empat Madzhab Jilid 2 oleh Syaikh Abdurrahman Al-Juzairi. Hal ini pula senada dengan pendapat madzhab Maliki dan Hanafi.

Mandi wajib setelah mimpi basah dilakukan untuk mengangkat hadas besar. Ini juga berlaku pada perempuan, sebagaimana yang ditetapkan dalam hadits riwayat Muslim.

Ketika Ummu Salamah bertanya kepada Rasulullah SAW, “Apakah seorang wanita wajib mandi jika ia mengalami mimpi basah?” Beliau menjawab, “Ya, jika ia melihat air.”

Air yang keluar pada perempuan hukumnya suci, diqiyaskan dengan sperma seorang lelaki. Sehingga, kalau air ini keluar, maka orang yang bersangkutan wajib mandi.

Jika mimpi basah tidak mengeluarkan mani, maka tidak ada kewajiban mandi, seperti dikutip dari Fikih Remaja Kontemporer. Namun, ihtilam atau mimpi basah umumnya mengeluarkan mani.

Ketetapan perihal mandi wajib ini terdapat dalam hadits riwayat Ahmad, At-Turmudzi, Ibn Majah, dan Abu Dawud, dari Aisyah RA berkata,

“Rasulullah ditanya mengenai pria yang menemukan ada sesuatu yang basah. Dan dia tidak ingat apakah dia habis ihtilam. Rasulullah bersabda;

“(Hendaklah) dia mandi jinabat.” Beliau juga ditanya mengenai pria yang ihtilam tapi tidak menjumpai sesuatu yang basah. Rasulullah pun menjawab, “Dia tidak perlu mandi.”

Lalu Ummu Salim berkata, “Wanita melihat hal itu (sesuatu yang basah), apakah dia juga wajib mandi jinabat?” Rasulullah SAW bersabda, “Iya, karena sebenarnya perempuan itu saudara kandung laki-laki.”

Sumber: Detikcom

You may also like
Lupa Mandi Junub Setelah Berhubungan Intim, Bolehkah Berpuasa?
Tips Selalu Sehat Berpuasa Ramadhan
MUI Bolehkan Buka Puasa Bersama

Leave a Reply