Merasa Dipermalukan, Cut Lem Lapor Dua Wartawan ke Polres Langsa

MEDIARESMI.COM | Muslim, SE atau akrab disapa Cut Lem, resmi melaporkan dua wartawan pada salah satu media online, terkait dugaan penyebaran berita yang disebut sebagai kabar bohong alias hoax.

Kedua wartawan berinisial W dan J itu dilaporkan me Mapolres Langsa, Selasa 26 Oktober 2021, dengan Surat Keterangan Tanda Bukti Lapor Nomor SKTBL/65/X/2021/Reskrim, tanggal 26 Oktober 2021.

Dalam laporannya, Cut Lem menjerat kedua Terlapor dengan Pasal 27 Ayat (3) Jo Pasal 45 Ayat (3) Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Undang – Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik (ITE).

Dalam rilis yang diterima Wartawan MEDIARESMI.COM, Cut Lem mengatakan kedua oknum wartawan itu telah melakukan tindak pidana terkait dengan ITE. Dia menuding kedua terlapor membuat berita bohong di salah satu media online.

Dalam berita tersebut, kata Cut Lem, dirinya dijelaskan telah merekayasa kasus penculikan terhadap dirinya sendiri pada tahun 2014 lalu. Dia pun keberatan dengan berita tersebut dan melaporkan hal itu Polres Langsa.

Cut Lem mengaku namanya dan keluarga telah dicemarkan dengan berita tersebut. Karena itu, ia meminta terlapor W dan J harus membuktikan kebenaran dari berita tersebut. “Keduanya harus dapat membuktikan atas pemberitaan tersebut secara hukum,” kata Cut Lem.

Dalam kesempatan itu, Cut Lem juga didampingi oleh empat pengacara dari Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Kota Langsa, yaitu H. Abdul Muthallib, Rizal Saputra, Zaid Al Adawi, dan Munazira Putri.

H. Abdul Muthallib Ibr, selaku ketua tim pengacara menjelaskan, semua warga negara Indonesia berhak untuk mendapatkan kepastian hukum.

“Apalagi yang disiarkan di salah satu media tersbeut sebagai berita copy paste dari media lain, yang diterbitkan kembali di salah salah satu media, ini yang kita laporkan adalah ada dua berita yang ditayangkan di media itu,” jelasnya.

H Abdul Muthalib juga mengatakan, sebelumnya dia telah melaporkan kasus itu ke Dewan Pers dan sudah melakukan sidang lewat Zoom, pada tanggal 19 Oktober 2021. Pria yang akrab disapa Pak Haji mengatakan, sidang penyelesaian perkara itu digelar sekitar pukul 12.00 WIB.

Lebih lanjut dia menuturkan, Cut Lem langsung menyampaikan laporan ke Dewan Pera agar kasus ini diselesaikan lewat jalur hukum di Langsa. “Cut Lem juga meminta kepada Dewan Pers akan memberikan hak jawab kepada wartawan yang menulis berita selama 3×24 jam untuk memuat beritanya sekalian dengan permohonan maaf,” ungkapnya.

Dosen Fakultas Hukum Universitas Samudra Langsa itu menyampaikan, hingga Selasa 26 Oktober 2021 kemarin, wartawan bersangkutan belum menemui Cut Lem.

“Kita menginginkan semuanya berjalan dengan baik, saling membuka pintu maaf, dan semuanya selesai, namun sampai siang tidak ketemu dengan Cut Lem, sehingga siang tadi kita laporkan ke Polres Langsa,” kata mantan Wakil Ketua PWI Aceh itu.

Sementara itu, lanjut Pak Haji, salah satu wartawan yang datang ke Kantor YARA, mengaku segera berkoordinasi dengan Pimpinan Redaksi.

“Saat mendatangi kantor YARA terkait laporan Cut Lem ke Polres Langsa, dirinya mengaku akan berkoordinasi dengan pimpinan redaksi,” ungkap Pak Haji berdasarkan penuturan terlapor.

Seorang wartawan lainnya, hingga berita ini tayang belum memberikan keterangan apapun terkait dengan laporan yang menyeret namanya. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *