oleh

Menunggu Sidang Kasus Kerumunan Selebgram Aceh Herlin Kenza

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

MEDIARESMI.COM | Kejaksaan Negeri (Kejari) Lhokseumawe menyatakan berkas perkara kasus kerumunan saat covid-19 Selebgram Aceh Herlin Kenza di Lhokseuamwe telah dinyatakan lengkap.

Menurut Kejaksaan, Herlin Kenza dan pemilik toko grosir KS segera disidang terkait kasus kerumunan saat pandemi Covid-19 tersebut.

“Kedua tersangka dan barang bukti sudah dilakukan penyerahan ke Kejari Lhokseumawe,” kata Kasi Pidum Kejari Lhokseumawe, Kardono, seperti dilansir Detikcom, Kamis 14 Oktober 2021.

Baca: Polisi Limpahkan Berkas Kasus Kerumunan Herlin Kenza ke Jaksa

Menurut informasi, penyidik Polres Lhokseumawe telah menyerahkan tersangka pada Rabu 13 Oktober kemarin. Kedua tersangka disebut ikut dihadirkan saat dilakukan penyerahan.

Kardono mengungkap, kedua tersangka tidak ditahan dan hanya dikenai wajib lapor. Dia menuturkan bahwa Kejari Lhokseumawe segera melimpahkan berkas perkara ke Pengadilan Lhokseumawe.

“(Pelimpahan) dalam waktu dekat,” ujar Kardono.

Sebelumnya, viral selebgram Herlin Kenza membuat kerumuman dan diduga melanggar PPKM saat pandemi covid-19.

Meskipun telah ditetapkan sebagai tersangka. Namun, dia tidak ditahan karena alasan hukumannya hanya satu tahun. “Nggak ditahan karena ancaman hukuman cuma 1 tahun,” kata Kabud Humas Polda Aceh Kombes Pol Winardy, Senin 26 Juli 2021 lalu.

Baca juga: Herlin Kenza Tidak Ditahan, Polisi Beri Alasan Begini

Herlin Kenza, ditetapkan sebagai tersangka kasus kerumunan, setelah polisi memeriksa delapan orang saksi, termasuk ahli dari Satgas Penanganan Covid-19 dan unsur dinas kesehatan.

Selebgram Aceh itu ditetapkan sebagai tersangka bersama dengan pemilik toko berisinial KS. Keduanya dijerat dengan Pasal 93 UU RI Nomor 6 Tahun 2018 junto Pasal 55 KUHP.

Berikut ini bunyi Pasal 93 dalam UU Kekarantinaan Kesehatan:

Pasal 93

Setiap orang yang tidak mematuhi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) dan/atau menghalang-halangi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan sehingga menyebabkan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 100.000.000,00 (seratus juta rupiah).

Sementara itu, Herlin Kenza sendiri melalui akun Instagram mengatakan, dirinya akan bertanggungjawab dan mengikuti proses hukum yang berlaku.

“Saya warga negara Indonesia yang baik, saya sangat menghormati hukum yang berlaku. Saya bertanggung jawab atas ini,” tulisnya postingan instagram @herlinkenza, beberapa waktu lalu.

(HSP)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed