Home > Daerah > Kadis DPMPTSP Angkat Bicara Terkait Tenaga Honorer Tak Diperpanjang SK

Kadis DPMPTSP Angkat Bicara Terkait Tenaga Honorer Tak Diperpanjang SK

Sebarkan Berita Ini

MEDIARESMI.COM | Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Pidie Jaya, Puteh A Manaf angkat bicara soal tenaga honorer yang tidak diperpanjang kontrak karena sakit.

Menurut Kadis DPMPTSP Pidie Jaya mengatakan, Anita, tenaga honorer yang diberitakan dipecat karena sakit, sejak bulan Mei 2020 sudah tidak berkantor lagi karena sakit yang ia derita.

Namun, selama lebih dari setengah tahun tidak masuk kantor, Anita tetap mendapat honor (gaji) seperti pegawai honor lainnya aktif bekerja hingga Desember 2020.

Agar tidak salah paham apalagi sampai menginformasikan berita tidak benar, Puteh juga menjelaskan, SK honor dikeluarkan oleh Pemerintah Pidie Jaya berlaku per tahun dan dievaluasi sesuai kebutuhan dari SKPK.

“Untuk SK honor tahun 2021, yang bersangkutan dilaporkan masih mengalami kelumpuhan, sehingga tidak lagi direkomendasikan untuk dipertahankan sebagai tenaga honorer,” ungkapnya pada Wartawan MEDIARESMI.COM, Minggu 25 April 2021.

Kadis DPMPTSP Pidie Jaya juga mengkritisi kata-kata “pecat” yang digunakan dalam pemberitaan. Menurutnya kata tersebut kurang tepat, karena Anita bukan dipecat, tapi dievaluasi ketika perpanjangan SK.

“Kata-kata dipecat sangat tidak tepat karena yang bersangkutan bukan diberhentikan sebelum SK honor berakhir . Yang bersangkutan tetap menerima honor sampai akhir tahun 2020 sesuai SK kendati sudah 7 bulan tidak bisa masuk bekerja,” jelasnya.

Menurut Puteh A Manaf, secara prosedur kepegawaian, seorang yang tidak memiliki kemampuan lagi (sakit) untuk diangkat sebagai pegawai honorer, pihak lembaga zakat seperti Baitul Mal bisa menjadi solusi untuk mencukupi kebutuhan hidup Anita.

Sebelumnya, beredar berita terkait seorang pegawai honorer di DPMPTSP Kabupaten Pidie Jaya, Anita Safriani (32) diberhentikan dari pekerjaannya karena mengalami kelumpuhan sejak 5 bulan terakhir.

Padahal, Anita sudah bekerja selama 11 tahun lebih di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya. Pimpinannya disebut memberhentikan Anita tanpa pemberitahuan dan surat resmi.

Anita Safriani selama ini tidak masuk kantor karena divonis dokter menderita tumor tulang belakang, sehingga harus menjalani perawatan medis selama lima bulan di Banda Aceh.

Hingga sekarang pun, kabarnya Anita masih terbaring lemas di tempat tidur di rumah milik ibunya di Gampong Reuseb Kecamatan Trienggadeng Pidie Jaya, akibat penyakit yang dideritanya. **

You may also like
Madrasah Umul Quran Pidie Jaya Menuju Madrasah Hijau
Bupati Pidie Jaya: Kebersamaan dan Kekompakan Menjadi Modal Utama

Leave a Reply