Istri Anggota TNI yang Dituduh Selingkuh, Minta Suaminya Jangan Berspekulasi di Media

MEDIARESMI.COM | NZH, istri anggota TNI yang dituduh dan dilaporkan selingkuh dengan oknum polisi, ke Propam Polda Aceh, meminta kepada suaminya jangan berspekulasi di media.

Melalui Kuasa Hukumnya, Muhammad Zubir, SH, MH., dari Kantor EMZED & Partners Law Firm, NZH yang merupakan istri dari anggota TNI berisinial SY, mengaku perkara SY melaporkan HB ke Propam Polda Aceh berawal dari kasus dugaan KDRT.

“SY melaporkan HB sebenarnya bermula dari perkara rumah tangga SY dan NZH sendiri sudah tidak harmonis, yang mana SY sering memukul atau menganiaya istrinya,” ungkap Muhammad Zubir SH MH kepada media, Jumat 25 November 2022.

Menurut Zubir, perkara KDRT yang diduga dilakukan SY sekarang sedang diproses hukum. “SY sedang menjalani sidang di Pengadilan Militer Banda Aceh untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” katanya.

Zubir menjelaskan, kliennya NZH tidak terima karena SY malah berspekulasi dengan melaporkan HB teman NZH ke Polda, sementara NZH sudah diperiksa oleh Paminal Propam Polda Aceh sebagai Saksi.

Zubir mengatakan, kliennya NZH sudah menjelaskan bahwa dirinya tidak berselingkuh dengan HB. Zubir juga memperingatkan SY agar lebih cermat meramu narasi yang akan dirilis ke awak media, jangan sampai menimbulkan kegaduhan.

“Karena narasinya bersifat provokatif yang membenturkan kedua institusi yaitu Polri dan TNI, hal ini sangat sensitif, terlebih lagi kasusnya masih sedang dalam penyelidikan dari pihak Propam Polda Aceh yang belum tentu terbukti dugaan laporannya,” jelas Zubir.

Zubir menambahkan, NZH sangat keberatan dengan berita di media online yang dibuat SY, karena dalam berita itu menampilkan SP2HP dari Paminal Propam Polda Aceh, yang mana dalam SP2HP tidak menutup nama dia.

“Kita bisa saja menempuh upaya hukum terhadap perbuatan SY ini yang menyebarkan SP2HP tanpa menyensor nama klien kami, karena SP2HP itu sifatnya privat,” tegasnya.

“Kami meminta SY untuk tidak berspekulasi, selesaikan dulu permasalahan dalam keluarganya, dan jalani proses hukum yang sedang berjalan,” demikian tutup Magister Ilmu Hukum tersebut.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *