Home > Polhukam > Hukum Ditegakkan Semaunya

Hukum Ditegakkan Semaunya

Sebarkan Berita Ini

MEDIARESMI.COM | Pasca penembakan terhadap 6 laskar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab langsung menyerahkan diri kepada Kepolisian sebagai wujud dirinya memang sosok tokoh yang taat hukum.

Habib Rizieq juga berpesan melalui Kuasa Hukumnya agar pemeriksaan terhadap dirinya tentang kasus yang dituduhkan, jangan sampai melupakan masalah penembakan terhadap 6 warga sipil yang dianggap semena-mena.

Sementara itu, Wakil Sekjen Persaudaraan Alumni 212 Novel Bakumubin, menanggapi penahanan terhadap Habib Rizieq Shihab, yang disebutnya sebagai perbuatan zalim. “Kalau tidak zalim ya bukannya rezim ini,” kata Novel kepada Republika, Minggu 13 Desember 2020.

Novel menilai bahwa penegakan hukum oleh rezim saat ini sesuai kemauan penguasa. Siapa saja yang tidak sejalan, maka menjadi sasaran empuk rezim.

“Semua sudah paham dan bicara bagaimana yang namanya hukum di rezim ini adalah hukum semaunya penguasa sajalah yang tidak sejalan mereka kerjai habis, apalagi yang membela agama dan pancasila menjadi sasaran empuk untuk dimangsa demi untuk para cukongnya,” ujarnya.

Kekinian, banyak kalangan pecinta ulama yang mulai menyerukan agar para jamaah datang ke Polda Metro Jaya untuk menyerahkan diri terkait keramaian saat menjemput kepulangan Habib Rizieq di bandara beberapa waktu lalu.

Seruan itu dianggap sebagai bentuk dukungan demi tegaknya Islam yang membawa Rahmat bagi sekalian alam. Apalagi, 6 laskar yang meninggal dunia juga disebut syahid karena membela ulama.

Novel juga menjelaskan bahwa tidak ada satu pasal pun yang terbukti menjerat Habib Rizieq. Karena itu ia mendesak kepolisian segera membebaskan ulama yang dikenal berani dan tegas dalam menegakkan amar ma’ruf nahi mungkar itu.

Selain itu, sejumlah pakar hukum juga telah menyatakan bahwa UU Karantina bukan termasuk dalam ruang lingkup kerumunan. Termasuk Ketua Tim penanganan covid-19 nasional, Doni Monardo juga mengatakan hanya Satpol PP yang bisa menindak pelanggaran PSBB.

“Menurut pakar hukum sekelas Yusril Ihza Mahendra pun mengatakan bahwa pelanggar PSBB tidak bisa dijerat pidana dan hukuman paling tinggi terhadap pelanggar PSBB adalah denda,” tuturnya.

Untuk diketahui, dari berbagai sumber pemberitaan, disebutkan bahwa Habib Rizieq dijerat dengan Pasal 93 UU Kekarantinaan Kesehatan lantaran menciptakan kerumunan. Namun begitu, tidak ada orang lain yang dijerat seperti Habib Rizieq.

Padahal, ada kasus serupa yang harusnya ditindak dan diberlakukan hukum yang sama, yaitu calon wali kota Medan, Bobby Nasution dan calon wali kota Solo, Gibran Rakabuming Raka serta beberapa kasus serupa lainnya, tapi mereka sama sekali tidak tersentuh.

Novel Bakumubin menegaskan, pelanggaran mereka sudah berat dan bertubi-tubi. Mereka dengan jelas unsur kesejangajaannya dipertontonkan sebagai orang kebal hukum.

“Dengan bukti perayaan kemenangannya sangat fatal melanggar prokes (protokol kesehatan) dan masih banyak lagi kubu penguasa pelanggar berat prokes terstruktur, sistematis, masif, dan brutal,” ungkapnya seperti dilansir Republika.

You may also like
Komnas HAM Pastikan Kematian Enam Laskar FPI Sebagai Pelanggaran HAM
Komnas HAM Ungkap Ada yang Ganggu Proses Penyelidikan Kematian Laskar FPI
Perkembangan Terkait Meninggalnya Enam Laskar FPI
Beredar Hoax Pernyataan Komnas HAM Soal Penembakan 6 Laskar FPI

Leave a Reply