oleh

Heboh Isu Penjualan Darah, Begini Penjelasan Ketua PMI Kota Banda Aceh

MEDIARESMI.COM | Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banda Aceh, Dedi Sumardi memberikan penjelasan terkait isu yang beredar luas di kalangan masyarakat Aceh tentang adanya penjualan darah oleh PMI Kota ke Unit Donor Darah Kabupaten Tangerang.

Selaku Ketua PMI Kota Banda Aceh, Dedi menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf kepada publik. Menurutnya, informasi tersebut tidak benar dan menyesatkan masyarakat.

“Sebelumnya, kami memohon maaf atas isu meresahkan yang beredar. Ini hanya kesalahpahaman,” ujarnya, saat dihubungi Wartawan MEDIARESMI.COM, Kamis malam 12 Mei 2022.

Menurutnya, informasi tersebut disampaikan oleh pengurus PMI yang tidak mengkonfirmasi kepada dirinya, sehingga terjadi kesalahan informasi yang telah meresahkan masyarakat.

Dedi juga mengungkap, pengurus yang telah memberikan informasi salah itu sudah dua bulan terakhir tidak hadir k Kantor PMI, sehingga mereka tidak mengetahui kebenarannya.

“Saat ini juga sedang ada audit internal oleh pihak independen dan sudah masuk tahap akhir,” kata Dedi.

Dedi juga menjelaskan, pihaknya telah menggelar konferensi pers untuk menjelaskan beberapa hal kepada wartawan di Kantor PMI Kota Banda Aceh terkait isu yang beredar.

Dia menuturkan, Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Banda Aceh, dr. Ratna Sari Dewi telah menyampaikan kepada awak media yang hadir, pengiriman darah ini bukan hanya dilakukan UDD PMI Banda Aceh, tapi oleh UDD PMI seluruh Indonesia. Itu dianggap sebagai kerjasama PMI seluruh Indonesia untuk membantu kekurangan stok darah.

Bahkan, kata Dedi, pada tahun 2018 lalu PMI Banda Aceh juga menerima kiriman stok darah dari PMI Tangerang, ketika terjadi kekurangan stok darah. “Kita bahkan menerima ratusan stok darah. Pengiriman stok darah itu dilakukan ketika mereka juga sedang kelebihan stok darah, seperti yang kita lakukan,” jelasnya.

Ketua PMI Kota Banda Aceh ini menambahkan, ada perjanjian kerjasama antara UDD Kabupaten Tanggerang dengan UDD PMI Kota Banda Aceh tentang distribusi darah.

Dalam kesempatan itu, Dedi juga menjelaskan tentang masa simpan darah yang maksimal hanya 28 hari. Itu sebabnya, saat stok darah melimpah, harus droping ke daerah lain di Indonesia yang sedang membutuhkan darah.

“Agar darah ini tidak terbuang sia-sia. Kita harus menghargai para pendonor yang sudah mau mendonorkan darahnya demi membantu orang yang membutuhkan darah. Tapi sebelum itu, kita tanyakan juga stok darah di kabupaten/kota se-Aceh. Kalau kekurangan darah, maka kita cukupkan di Aceh dulu,” ungkapnya.

Dedi sangat menyesalkan adanya kesalahan informasi yang telah meresahkan itu. Ia berharap masyarakat tidak menjadi korban atas kesalahan informasi yang disampaikan.

“Kami sangat menyayangkan beredarnya informasi ini. Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada rakyat Aceh. Semoga ini tidak mempengaruhi kepercayaan publik kepada PMI dan terus mendonorkan darahnya demi membantu sesama,” tutupnya.

(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed