oleh

Guru Tak Hadir, Siswa di Pulo Aceh Gagal Belajar dan Pulang Lebih Awal

MEDIARESMI.COM | Nasib miris masih terus dialami oleh pelajar di Pulo Aceh. Kendala dalam proses belajar mengajar masih terus terjadi hingga saat ini.

Padahal, selama ini sudah banyak pihak yang mengkritik dan meminta agar pendidikan di Pulo Aceh diperbaiki, baik di tingkat dasar (SD) dan SMP maupun tingkat SMA.

Namun, tetap saja, kendala dalam proses belajar mengajar untuk anak-anak di pulau paling ujung barat Indonesia itu belum berjalan maksimal sebagaimana diharapkan oleh semua pihak.

Seperti terekam dalam sebuah video amatir warga, pada Sabtu 20 November 2021, terlihat puluhan anak-anak di sekolah SD Lampuyang Kecamatan Pulo Aceh, harus pulang karena diduga tidak ada satu pun guru yang hadir.

Berdasarkan informasi yang diterima Wartawan MEDIARESMI.COM dari masyarakat setempat, puluhan anak-anak itu pulang karena tidak ada satu pun guru yang datang, sehingga tidak ada proses belajar mengajar seperti biasa.

Saat video itu direkam dan disebarkan di sebuah group WhatsApp komunitas warga setempat, jam masih menunjukkan pukul 09.38 WIB. Perekam video itu diketahui merupakan seorang wanita, yang terdengar dari suaranya.

Perekam menanyakan alasan anak-anak itu pulang sekolah lebih awal, dan dijawab serentak oleh para murid SD tersebut bahwa sedang tidak ada satu pun guru yang hadir.

Jawaban Kepala Sekolah

Kepala SDN Lampuyang, Aswadi, yang dihubungi Wartawan MEDIARESMI.COM mengatakan, saat ini dirinya sedang berada di Kota Banda Aceh. Dia mengaku baru akan berangkat ke Pulo Aceh hari ini.

“Rencana saya memang mau ke Pulo hari ini,” katanya lewat panggilan telpon.

Wartawan MEDIARESMI.COM kemudian meminta waktu bertemu untuk melakukan wawancara terkait murid di sekolah yang ia pimpin pulang lebih awa karena tidak ada guru di sekolah.

Dalam wawancaranya, Aswadi menyampaikan, dirinya sudah berada di Banda Aceh sejak hari Rabu 17 November, karena ada keperluan mengantar berkas untuk pengurusan beasiswa kepada anak yatim, ke Kota Jantho.

Ia juga menjelaskan, sebenarnya sudah ada piket yang seharusnya bertugas sesuai dengan kesepakatan para guru dan kepala sekolah, tapi ia mengaku kaget karena ternyata hari ini tidak ada satu pun guru yang hadir menjalankan tugasnya.

Kepala SDN Lampuyang saat ditemui Wartawan MEDIARESMI.COM di salah satu warung kopi di Banda Aceh, Sabtu 20 November 2021. (Foto: Hidayat/MEDIARESMI.COM)

“Kalau masalah guru sebenarnya ada di Pulo Aceh, ada putra daerah,” katanya saat bertemu di salah satu warung kopi di Kota Banda Aceh.

Dia pun menyebutkan sejumlah guru yang ternyata merupakan putra daerah setempat, tapi tidak hadir untuk mengajar. Kemudian, beberapa guru juga sedang ikut pelatihan, ada yang meminta izin karena anaknya sedang sakit maupun guru yang izin karena sedang ada acara keluarga di luar daerah.

“Kebetulan tadi yang ada minta izin sama saya Ibu Irma, karena pulang ke Banda Aceh mendadak anaknya sakit,” ungkapnya.

Menurutnya, dari total 10 guru berserta kepala sekolah, secara umum mereka tidak dapat hadir karena ada acara dan hal mendesak yang tidak dapat mereka tinggalkan. Baik karena anaknya sakit, ikut pelatihan hingga izin menghadiri acara keluarga di luar daerah.

Aswadi mengaku, dirinya akal menegur keras para guru yang tidak menjalankan tugasnya hari ini. Apalagi, ia mengaku sangat kaget melihat video sudah beredar di media sosial, yang memperlihatkan muridnya pulang sekolah sebelum waktunya.

“Saya rencananya hari ini juga mau ke Pulo Aceh, bukan karena kasus masalah ini, memang sudah niat dari kemarin saya mau ke Pulo,” katanya.

Ia juga menuturkan, selama ini tidak ada masalah dengan jadwal piket yang telah disusun dan disepakati bersama. “Tidak ada kendala, selama ini berjalan normal, cuma hari ini kita belum tau kendalanya apa dari guru-guru,” ujarnya.

Dia juga menyampaikan, sebenarnya guru yang berasal dari Pulo Aceh juga sudah beberapa kali diimbau agar saling melengkapi agar tidak ada kekosongan guru seperti yang terjadi hari ini.

“Sempat terkejut juga sebenarnya, kok bisa sampai tidak ada satu orang guru pun, padahal kita sudah atur jadwal piketnya semua. Bakal kita tegur semua, apalagi yang sudah kita atur piketnya hari ini. Apalagi ada putra daerah tidak masuk sampai tidak ada pemberitahuan kepada saya,” pungkasnya.

Penulis: Hidayat Pulo

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed