Home > Polhukam > Dugaan Korupsi Pengadaan Alat Cuci Tangan Dinas Pendidikan Aceh, Apa Kabar?

Dugaan Korupsi Pengadaan Alat Cuci Tangan Dinas Pendidikan Aceh, Apa Kabar?

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

MEDIARESMI.COM | Pengadaan Alat Cuci Tangan (Wastafel) pada Dinas Pendidikan Aceh yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Provinsi Aceh mendapat perhatian dari Pengamat, Usman Lamreung.

Pengamat Politik Aceh itu menyentil penegak hukum untuk tidak berdiam diri melihat adanya “ketidakberesan” proyek pengadaan alat cuci tangan di sekolah-sekolah, yang nilainya mencapai puluhan miliar.

Padahal, pengadaan alat cuci tangan dengan nilai rata-rata per unit berkisar Rp 100 juta hingga Rp 200 juta itu dianggap sama sekali tidak membawa manfaat bagi dunia pendidikan saat ini, terlebih lagi jika melihat bobroknya mutu pendidikan Aceh.

“Saat ini memang sedang dalam keadaan pandemi covid-19 di seluruh dunia termasuk di Aceh. Karena itu, sekolah-sekolah juga banyak tutup karena tidak menggelar belajar tatap muka. Ada juga sekolah yang buka tapi tidak penuh belajar di sekolah, hanya beberapa jam saja untuk memenuhi rutinitas belajar mengajar,” katanya, Selasa 27 Juli 2021.

Sebenarnya, kata Usman Lamreung, pengadaan wastafel itu penting untuksekolah, karena guru dan murid juga perlu rajin mencuci tangan demi menjaga kesehatan mereka. “Tapi pengadaan wastafel dengan harga yang mencapai lebih seratus juta per unit, itu sangat aneh,” ujarnya.

Karena itu, penegak hukum diminta tidak takut memproses masalah itu. Ia memnta penegak hukum turun tangan dan menyelidiki hingga tuntas, sehingga mendapat masalah di lapangan untuk diproses sesuai hukum.

“Kalau memang ada indikasi korupsi pada pengadaan wastafel tersebut harusnya penegak hukum menangkap orang-orang yang terlibat dan sengaja merugikan keuangan negara demi kepentingan pribadi maupun kelompok,” tegasnya.

Usman Lamreung yang juga akademisi Universitas Abulyatama itu menuturkan, saat ini telah terjadi pergantian Kapolda Aeh yang baru sesuai informasi yang beredar sejak kemarin. Ia pun berharap masalah mastafel itu dapat diusut secara tuntas dan oleh Polda Aeh.

“Semoga, ya.. tidak ada pihak yang mencoba lakukan lobi-lobi dengan Kapolda Aceh yang baru. Apalagi kita mendengar bahwa calon Kapolda Aceh yang baru ini juga pandai membongkar kasus-kasus korupsi,” ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, Polda Aceh menilisik dugaan korupsi pengadaan wastafel pada Dinas Pendidikan Aceh. Hal itu disampaikan Kepala Bidang Humas Polda Aceh, Kombes Pol. Winardy, Selasa 23 Februari 2021 lalu.

Kabid Humas Polda Aceh menjelaskan, saat itu, Kepolisian sedang dalam pengumpulan bahan keterangan atau pulbaket. “Penanganan kasus ini masih tahap klarifikasi dan sampai saat ini masih belum ada pemeriksaan dari pihak-pihak terkait,” ungkapnya.

Kombes Pol. Winardy menuturkan, tim Polda Aceh masih mendalami dan mempelajari data-data yang sudah dimiliki. Setelah itu akan ditentukan langkah-langkah selanjutnya, apakah akan ditindaklanjuti ke tahap penyelidikan atau tidak.

“Masih pendalaman data-data yang dimiliki oleh Polda Aceh. Jadi, Polda Aceh belum melakukan klarifikasi ke pihak-pihak terkait. Artinya, Polda masih menentukan validasi data terlibat dahulu,” tutur Perwira Menengah Polda Aceh.

Untuk diketahui, Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Aceh melakukan pengadaan 400 paket wastafel portabel pada tahun 2020 dengan nilai R0 41 Miliar.

Sementara untuk mekanisme penentuan pemenang proyek pengadaan tersebut dilakukan dengan sistem pengadaan langsung (PL). Masing-masing paket pengadaan berkisar Rp 100 juta hingga Rp 200 juta.

Belum ada penjelasan dari kepolisian, sudah sejauh mana pengumpulan keterangan dan barang bukti terkait dugaan korupsi pada proyek pengadaan wastafel tersebut, seperti yang pernah diungkap ke publik sebelumnya.

Penulis: Hidayat Pulo

You may also like
Polda Aceh Minta Kasus Siswi Tumbang Usai Divaksin Tidak Dibesar-besarkan
Aktivis Aceh Gelar Aksi Desak Pemecatan Alhudri
Bukan Ultimatum Kepala Sekolah Mundur, Sekda Aceh Ungkap Kunci Sukses Vaksinasi Siswa
Alhudri Ultimatum Kepala Sekolah Tak Mampu Gelar Vaksinasi Covid-19 Mundur

Leave a Reply