Home > Peristiwa > Bupati Gayo Lues Minta Maaf Usai Ditegur Mualem “Jangan Main Api”

Bupati Gayo Lues Minta Maaf Usai Ditegur Mualem “Jangan Main Api”

Sebarkan Berita Ini

MEDIARESMI.COM | Bupati Gayo Lues, H. Muhammad Amru langsung menyampaikan permintaan maaf kepada publik khususnya kepada Partai Aceh dan Ketua Umum Partai Aceh, H. Muzakir Manaf alias Mualem.

Permintaan maaf itu disampaikan Bupati melalui Anggota DPRA Fraksi Partai Aceh, Yahdi Hasan, di pendopo Bupati Gayo Lues, Minggu 27 September 2020. Pasalnya, Bupati Gayo Lues itu terbawa suasana kepentingan politik elit yang memunculkan isu pemekaran Aceh Leuser Antara (ALA).

Padahal, saat ini Aceh sedang menghadapi wabah covid-19. Ekonomi rakyat juga sangat terganggu, termasuk pendidikan dan perubahan kehidupan sosial. Mualem, yang juga mantan Panglima GAM, sangat menyesalkan tindakan Bupati Gayo Lues.

Karena itu pula, Mualem meminta Muhammad Amru jangan “bermain api” di tengah pandemi. Ketua DPA PA/KPA itu meminta Bupati Gayo Lues tidak memperkaruh suasana demi kepentingan segelintir elit politik yang diduga sengaja memunculkan isu pemekaran usai DPRA membatalkan proyek multiyears.

“Khususnya kepada Muhammad Amru, saya tegaskan jangan bermain api. Statement Anda sangat berbahaya dalam menjaga stabilitas politik di Aceh,” kata Mualem yang dikonfirmasi oleh media Acehjurnal.com, Sabtu malam 25 September 2020.

Menurut Mualem, tindakan Bupati Gayo Lues terkait isu pemekaran ALA sudah meresahkan masyarakat. Amru juga diusung oleh Partai Aceh pada Pilkada 2017 lalu, sehingga menjadi orang nomor 1 di kabupaten tersebut.

Oleh sebab itu, Mualem meminta M Amru tidak mencoreng nama baik Partai Aceh hanya demi kepentingan elit tertentu yang mengatasnamakan kepentingan rakyat. Sementara rakyat butuh perhatian dan kesejahteraan.

“Seharusnya Anda harus berkonsentrasi terhadap pembangunan daerah dan menciptakan stabilitas keamanan. Jangan untuk kepentingan segelintir elit politik. Ingat, Anda diusung oleh partai apa saat maju sebagai Bupati,” tegas Mualem.

Usai mendapat peringatan dari Mualem, Bupati Gayo Lues mengaku khilaf dan langsung meminta maaf dari lubuk hati yang paling dalam, karena telah terbawa suasana untuk kepentingan oknum tertentu, yang diduga sengaja menghembuskan isu pemekaran jelang Pilkada 2022.

“Dari hati yang dalam, saya meminta maaf kepada Pimpinan Partai Aceh, terkhusus kepada Mualem dan Abu Razak,” ungkapnya.

Muhammad Amru mengakui bahwa dirinya telah melakukan kesalahan fatal terkait wacana pemekaran ALA dari Aceh. Apalagi, dirinya juga mengaku belum melakukan koordinasi dengan elit Partai Aceh.

Tindakannya itu bisa dianggap sebagai pelanggaran kode etik, sebab dirinya merupakan kader Partai Aceh. PA, juga telah berjasa mengantarkan dirinya menjadi orang nomor satu di Gayo Lues.

Untuk itu, Bupati Gayo Lues itu memohon maaf. Kedepan, dia mengaku siap mematuhi dan menjalankan perintah partai demi kepentingan rakyat, daripada hanya untuk kepentingan elit tertentu untuk kepentingan mereka semata.

“Saya ingin lebih fokus bekerja menuntaskan janji-janji politik saya kepada masyarakat, dan mencari jalan untuk membasmi wabah pandemi Covid-19. Apalagi saat ini sudah terkonfirmasi lebih dari 50 warga Gayo Lues positif terjangkit corona,” demikian ungkap Bupati Gayo Lues Muhammad Amru. (Red)

You may also like
Abu Razak Ungkap Banyak Kader PA Yang Siap Dampingi Mualem
Muhammad Saleh Mengundurkan Diri dari Jubir PA, Abu Razak: Tidak Ada Masalah
Pimpin DPW PA Aceh Tengah Periode 2020-2025, Rahmuddinsyah Siap Menangkan Mualem
Mengundurkan Diri, Ini Yang Dilakukan Shaleh Selama Menjadi Jubir Partai Aceh

Leave a Reply