oleh

Bukan Dyah Erti, Nova Iriansyah Pilih Yunita Arafah

MEDIARESMI.COM | Dalam beberapa hari ini, publik kembali dihebohkan dengan beredarnya daftar nama rombongan Gubernur Aceh yang memboyong jajarannya “melancong” ke Amerika Serikat menggunakan uang APBA tahun 2022.

Ada yang menarik perhatian publik dalam daftar nama yang beredar luas di media sosial tersebut. Di dalam daftar itu, ada salah satu nama yang membuat publik bingung dan kaget, yaitu Yunita Arafah, yang disebut sebagai istri Gubernur Aceh.

Munculnya nama wanita yang akrab dengan panggilan Yuyun itu pun membuat publik kaget. Pasalnya, rakyat Aceh selama ini familiar dengan nama Dyah Erti Idawati sebagai istri Gubernur Aceh Nova Iriansyah, bukan Yunita Arafah.

Sementara Yuyun, dianggap hanya isu belaka, sebab wanita itu tidak mengakui dirinya sudah menikah, dalam dokumen yang disampaikan oleh Rektor USK beberapa waktu lalu yang berstatus “Lajang”, ketika DPRA menggulirkan hak interpelasi terhadap Nova Iriansyah.

Ternyata, Gubernur Aceh Nova Iriansyah lebih memilih mengajak Yuyun dalam lawatan ke Amerika daripada mengajak Dyah Erti. Padahal, Dyah Erti tercatat dan diketahui masyarakat sebagai sosok istri dari mantan Ketua DPD Partai Demokrat Aceh tersebut.

Di sisi lain, Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) menilai perjalanan dinas Gubernur Aceh bersama istri muda dan rombongan itu hanya pemborosan anggaran APBA dan berpotensi terjadi manipulasi.

Karena itu, MaTA meminta Gubernur berhenti “foya-foya” dengan uang rakyat di akhir sisa masa jabatannya sebagai gubernur Aceh. MaTA mencatat bahwa perjalanan dinas kali ini melibatkan 13 orang termasuk pimpinan DPRA.

Koordinator MaTA, Alfian, dalam keterangannya kepada sejumlah media di Aceh, pada Kamis 12 Mei 2022, menduga perjalanan kali ini sengaja diagendakan mengingat masa jabatan Gubernur Nova segera berakhir.

“Jadi, tanpa beban dan tidak memiliki etika maka jadilah ke luar negeri dengan alasan yang sama sekali tidak memiliki urgensi yang mendasar,” ujar Alfian.

Dia juga mengkritik keras pimpinan DPRA yang ikut ke Amerika dengan modus pengawasan. “Pimpinan DPRA bilang untuk pengawasan ke sana, itu hanyalah modus untuk melegalkan agar bisa berangkat,” beber Alfian.

Sementara penggunaan dana APBA untuk Yunita Arafah alias Yuyun, menurutnya merupakan tindakan ilegal, jika Yuyun tidak terdaftar secara administrasi sebagai istri sah Nova Iriansyah.

“Kalau tidak terdaftar maka penggunaan uang Aceh ilegal, karena selama ini rakyat Aceh mengetahui istri Gubernur (Nova Iriansyah) adalah saudari Dr. Ir. Dyah Erti Idawati, M.T.,” tegasnya.

Seharusnya, kata dia, Gubernur Aceh maupun Pimpinan DPRA memiliki jiwa ksatria untuk menghentikan dagelan seperti ini, karena rakyat Aceh tidak percaya sama sekali apa yang tengah mereka rencanakan saat ini.

“Membatalkan perjalanan tersebut dan uangnya dapat dialihkan untuk pembangunan rakyat miskin, itu lebih hebat daripada berfoya-foya di tengah rakyat menerima kegagalan untuk ke luar dari kemiskinan yang telah Anda janjikan.”

(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed