Home > Daerah > Bioskop di Medan Diizinkan Kembali Beroperasi

Bioskop di Medan Diizinkan Kembali Beroperasi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

MEDIARESMI.COM | Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution yang juga menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengizinkan bioskop di Kota Medan untuk kembali beroperasi atau dibuka untuk umum.

Izin diberikan Bobby, setelah Kota Medan keluar dari status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dari level IV menjadi level III.

“Bioskop juga sudah kita perbolehkan,” ucap Bobby kepada wartawan di Kota Medan, Rabu 22 September 2021 seperti dilansir Viva.co.id.

Namun begitu, Wali Kota Medan itu memberikan syarat dan ketentuan yang harus diikuti oleh pengelola bioskop dan pengunjung.

“Harus ada prokes, tapi tidak ada jual makan, minum di dalamnya. Anak di bawah usia 12 tahun tidak boleh masuk. Enggak boleh diajak nonton,” jelasnya.

Suami Kahiyang Ayu ini menjelaskan, Pemko Medan terlebih dahulu akan melakukan sosialisasi kepada manajemen dan pengelolaan bioskop di Kota Medan. Khususnya terkait syarat dan ketentuan beroperasi kembali bioskop.

“Nah ini, yang perlu disosialisasikan dulu nanti kita komunikasikan sama pemilik mall, ataupun bioskopnya. Penonton juga harus menunjukkan aplikasi PeduliLindungi,” katanya.

Selain bioskop, Bobby juga mengizinkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah di Medan. Namun, dilaksanakan atau digelar secara terbatas. “Sudah boleh, sekolah tatap muka terbatas,” bebernya.

Bobby Nasution menjelaskan, untuk PTM di sekolah dalam wilayah Kota Medan akan dipersiapkan segalanya. Baik infrastruktur prokes hingga guru dan pelajarnya sudah dilakukan vaksinasi.

Dengan itu, Bobby mengungkapkan langkah-langkah dilakukan Pemko Medan harus dilakukan secara matang. Kemudian, dilaksanakan PTM dengan baik dan mengikuti Prokes secara ketat.

“Semuanya perlu persiapan yang matang. Baik itu sekolah tatap muka. Kemarin sudah dilihat ketika penurunan kasus Covid di Kota Medan,” katanya.

“Kita gencar melakukan vaksinasi untuk adik-adik, anak-anak kita yang umurnya sudah diperbolehkan yang SMP, kita langsung vaksin,” ucap Bobby.

Dia menjelaskan, aturan PTM di sekolah. Setiap kelas hanya boleh diisi 25 persen dari jumlah muridnya. Dengan waktu belajar yang ditetapkan dan bergantian.

“Tentunya ini perlu persiapan hanya boleh satu kelas 25 persen. Kalau dihitung hanya 8 sampai 10 (murid). Bahkan ada yang 5 murid dalam satu kelas,” demikian tuturnya.

Sumber: VIVA

You may also like
Kemensos Kurangi Anggaran Bantuan Sosial Anak Yatim Akibat Covid-19
Satgas Ingatkan Potensi Penularan Covid-19 Jelang Peringatan Maulid Nabi Muhammad
Amerika Serikat Catat 700 Ribu Kematian Covid-19
Terkait Belajar Tatap Muka, Puan Maharani Minta Jangan Bahayakan Siswa

Leave a Reply