oleh

Bantuan 100 Juta Dinilai Sebagai Investasi Politik Berbungkus Dana Hibah

MEDIARESMI.COM | Pemberian bantuan dana hampir 10 miliar kepada organisasi pemuda dan mahasiswa maupun lembaga masing-masing sebesar 100 juta rupiah oleh Pemerintah Aceh menuai pro dan kontra.

Sejumlah pihak menilai bantuan tersebut sama sekali tidak efektif dan tidak tepat sasaran untuk alasan penanganan covid-19. Padahal, pandemi covid-19 telah membuat ekonomi masyarakat Aceh terpuruk.

Pengamat Politik Aceh, Usman Lamreung mempertanyakan keputusan Gubernur Aceh Nova Iriansyah melalui SK Nomor: 426/1675/2020 tentang pemberian bantuan hibah dengan angka fantastis tersebut, apalagi sudah menjadi sorotan publik.

“Publik mempertanyakan bagaimana mekanisme penentuan OKP/ORMAS/ORMAWA sebagai penerima bantuan hibah, bagaimana mekanisme penggunaan dana tersebut, realisasi program dalam bentuk apa? Apakah ada pengawasan dan evaluasi, atau dana hibah tersebut bebas digunakan oleh lembaga-lembaga tersebut,” katanya.

Dalam rilisnya ke MEDIARESMI.COM, Kamis siang 14 Januari 2021, Usman Lamreung menjelaskan, pemberian dana hibah bantuan sosial ini harusnya merujuk pada kriteria kebijakan recofusing anggaran APBA 2020.

Tujuan refocusing itu menurutnya untuk penanganan kesehatan, penanganan dampak ekonomi, dan jaring pengaman sosial. “Nah menjadi pertanyaan adalah, hibah untuk 100 OKP/ORMAS masuk kemana diantara ketiga itu,” tanya Usman Lamreung bingung.

Akademisi Universitas Abulyatama itu juga menanyakan, siapa yang mengevaluasi dan memverifikasi untuk penentuan penerima hibah bansos kepada organisasi pemuda, mahasiswa dan lembaga tersebut.

“Apakah dalam penentuan tersebut diberikan ada lobi-lobi dan komisi alias bungong jaroe? Maka Pemerintah Aceh sudah sepatutnya memberikan klarifikasi agar bantuan dana hibah 100 lembaga tersebut transparan, akuntabel dan sesuai dengan output yang diharapkan, bukan hanya sebagai serapan anggaran belaka,” tegasnya.

Usman Lamreung juga menduga ada bantuan dana hibah tahun 2020 itu baru dilaksanakan pada tahun 2021. Ia pun berharap penggunaan dana hibah dari uang rakyat itu sesuai dan tepat sasaran sesuai tiga kriteria tujuan refocusing anggaran.

“Anggaran 9,5 miliar sangat besar, dan harus dipastikan program yang direalisasikan lembaga/Ormas penerima hibah sesuai ketentuan dan jelas kemanfaatannya. Jangan sampai anggaran sia-sia dan foya-foya,” katanya.

Putra Aceh Besar itu juga menilai bahwa pemberian dana hibah 100 juta untuk masing-masing lembaga itu sebagai investasi politik Nova Iriansyah yang berbungkus dana hibah. “Karena banyak juga organisasi/lembaga bagian dari underbow partai politik penguasa,” pungkasnya. (R)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed