oleh

Aliansi Pemuda Aceh Minta 40 Persen APBA 2022 untuk Berantas Kemiskinan

MEDIARESMI.COM | Sekitar 50 orang pemuda Aceh yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Aceh menggugat (APAM) kembali melakukan aksi unjuk rasa di halaman Kantor Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh, Jumat 26 November 2021.

Koordinator aksi, Heri Safrizal mengatakan, aksi kali ini bertujuan untuk mengajak seluruh pihak di Aceh agar sama-sama menjaga dan merawat perdamaian Aceh menuju Aceh sejahtera.

Menurutnya, perdamaian benar-benar menjadi pondasi dalam menyukseskan pembangunan menuju Aceh yang bermartabat, meskipun berbagai tantangan kerap muncul selama 16 tahun usia perdamaian Aceh.

“Terutama sejak dua tahun terakhir ketika pandemi Covid-19 melanda dunia termasuk Aceh,” ujarnya.

Heri juga mengatakan aspek bina damai perlu menjadi tanggung jawab berbagai elemen di Aceh. Kolaborasi berbagai pihak dalam menanggulangi wabah covid-19 juga menjadi salah satu bagian dalam melaksanakan bina damai di Aceh.

“Maka perlu Pemerintah Aceh untuk mengoptimalisasi penggunaan sumber daya yang ada saat ini merupakan hal penting dalam upaya membina perdamaian di tengah meningkatnya ketidakpastian yang disebabkan oleh pandemi covid-19,” jelasnya.

Heri menuturkan, sebagai masyarakat Aceh, telah banyak mengambil pelajaran dan pengalaman dalam perjalanan sejarah Aceh. Karenanya, dia menilai sangatlah patut jika masa lalu itu menjadi cermin untuk membangun Aceh yang lebih baik.

APAM menyebutkan tidak ada cara yang lebih baik dalam merawat damai melainkan dengan menumbuhkan rasa cinta, kepedulian, persatuan dan kebersamaan.

Heri juga mengungkapkan rasa terima kasih kepada seluruh elemen yang terus menjaga perdamaian Aceh. Kata dia, perdamaian ini merupakan nikmat Allah yang wajib disyukuri.

“Kami berterimakasih kepada seluruh tokoh perdamaian Aceh, Ketua Komite Peralihan Aceh dan seluruh jajaran, para ulama serta unsur-unsur terkait lainnya atas dedikasi dan pengorbanan selama ini dalam mengawal secara intensif keberlangsungan jalannya perdamaian Aceh,” ungkapnya.

Itu sebabnya, APAM mendesak Eksekutif dan Legislatif di Aceh agar fokus mensejahterakan masyarakat Aceh, sehingga tercipta iklim kedamaian. Apalagi, saat ini Aceh termasuk wilayah nomor satu termiskin di Sumatra dengan jumlah APBA terbesar pertama di Sumatra.

Dalam kesempatan itu, APAM juga menyampaikan beberapa poin tuntutan kepada Pemerintah. Ada 5 poin tuntutan yang disampaikan, yaitu;

1. Meminta kepada elit politik dan elemen lainya bersatu menjaga perdamaian yang sudah terwujud di Aceh

2. Meminta Kepada Eksekutif dan Legislatif fokus mementingkan kesejahteraan kepada masyarakat Aceh untuk memperkokoh perdamaian

3. Menolak keras kepada oknum-oknum yang ikut menganggu kedamaian yang ada di Aceh

4. Meminta kepada DPRA dan Gubernur Aceh agar anggaran 2022 berpihak kepada masyarakat 40% anggaran APBA harus tertuju kepada penurunan angka kemiskinan di Aceh

5. Mengecam keras Pemerintah Aceh atas SILPA anggaran APBA 2021 yang diprediksi sekitar Rp 5 Triliun yang bisa berakibat kesenjangan kesejahteraan bagi masyarakat.

 

**

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed