oleh

Aktivis HAM Aceh Berharap Presiden Tunjuk Indra Iskandar sebagai Pj Gubernur

MEDIARESMI.COM | Masa kepemimpinan Nova Iriansyah sebagai Gubernur Aceh berakhir pada 5 Juli 2022. Namun, jauh-jauh hari masyarakat Aceh telah menyampaikan aspirasi agar Presiden Jokowi memilih Pj Gubernur yang lebih baik dari Nova.

Sebagian mengungkap Achmad Marzuki, yang lainnya menginginkan Safrizal. Dan, Indra Iskandar juga menjadi harapan sebagian pihak agar dipilih Presiden menggantikan suami Dyah Erti Idawati.

Pegiat Kemanusiaan atau Aktivis HAM Aceh, Verri Al-Buchari, mengatakan Pj Gubernur Aceh haruslah sosok yang sudah teruji secara mentalitas maupun integritasnya terhadap pembangunan di Aceh ke depan.

Verri menilai, sosok Pj Gubernur Aceh yang pantas untuk memimpin Tanah Rencong untuk mengisi kekosongan kepemimpinan, yaitu Dr. Ir. Indra Iskandar MSi.

Alasannya, Indra Iskandar merupakan putra Aceh yang pernah ditugaskan menjadi penghubung pertemuan antara Mensetneg Bondan Gunawan dan Panglima GAM, Alm. Tgk. Abdullah Syafii pada tahun 2000 silam.

“Itu artinya sosok Indra Iskandar punya peranan penting dalam merintis perdamaian Aceh. Amanah yang diemban saat ini sebagai Sekjend DPR-RI juga dapat menjadi modal terwujudnya keselarasan antara Legislatif dan Eksekutif,” kata Verri, Minggu 3 Juli 2022.

Memang, hubungan Eksekutif dengan Legislatif bisa dibilang tidak baik selama Nova Iriansyah menjadi Gubernur Aceh. Ingin melihat Eksekutif-Legislatif harmonis menjadi salah satu alasan, dirinya berharap Presiden Joko Widodo menunjuk Indra Iskandar.

“Karena kami yakin beliau akan mampu menuntaskan segala persoalan Aceh, baik itu di bidang pendidikan, penuntasan kemiskinan, carut-marutnya perpolitikan di Aceh dan menjadi sosok perekat Perdamaian,” demikian tutup Verri Al-Buchari, Pegiat Kemanusiaan di Aceh.

(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed